JAKARTA, AKURATNEWS .co – Dunia usaha berharap Pilpres 2024 hanya diikuti dua pasang capres-cawapres. Tujuannya, agar proses Pilpres lebih efektif dan efisien lantaran hanya dilakukan satu putaran saja dan tak berpotensi memecah belah masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan (Polhukam) KADIN Indonesia, Bambang Soesatyo saat sambutan dalam penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan, dan Keamanan KADIN Indonesia dengan Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas, Kamis (12/10) lalu.

Pria yang juga Ketua MPR dan Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini menyebut, dunia usaha berharap agar salah satu dari pasangan capres-cawapres tersebut juga berasal dari kalangan dunia usaha, seperti Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Pengalaman Jokowi sebagai seorang pengusaha telah membuktikan bahwa kepemimpinan efektif dan efisien dapat berkontribusi positif terhadap kemajuan negara. Oleh karena itu, diharapkan Pilpres 2024 juga melibatkan perwakilan dari dunia usaha untuk memastikan kelangsungan pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Politisi yang akrab disapa Bamsoet ini juga menyoroti kinerja ekonomi nasional yang positif, termasuk pertumbuhan ekonomi dan penurunan tingkat pengangguran.

Ia menekankan, bagi dunia usaha, kepastian berusaha dan kepastian hukum adalah hal yang sangat penting. Di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, kedua aspek ini telah terjaga dengan baik dan terus dijaga serta ditingkatkan.

“Untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, diperlukan langkah-langkah yang mendorong investasi, mengurangi birokrasi dan mengatasi korupsi,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya UU Cipta Kerja sebagai upaya untuk deregulasi dan debirokratisasi dalam rangka meningkatkan investasi dan memperkuat ekonomi nasional. Dalam pandangan Bamsoet, KADIN dan Lemhannas memiliki peran kunci dalam menjaga masa depan Indonesia, baik dari segi pendidikan, pemantapan pimpinan, hingga pengkajian isu-isu strategis. (NVR)

By Editor1