JAKARTA, AKURATNEWS.co – Capres nomor urut satu, Anies Baswedan menyinggung fenomena orang dalam alias ordal saat menanggapi jawaban capres nomor urut 2, Prabowo Subianto.

Tanggapan Anies terhadap Prabowo ini terkait pertanyaannya soal perasaan capres nomor urut 2 soal masalah etika dalam putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang meloloskan kandidat capres-cawapres di bawah usia 40 tahun.

Anies mengatakan, fenomena ordal itu menyebalkan karena dihadapi seluruh masyarakat di Indonesia.

“Fenomena ordal ini menyebalkan. di seluruh Indonesia kita menghadapi fenomena ordal,” ujar Anies dalam debat pertama Pilpres 2024 di Kantor KPU, Selasa (12/12).

Anies kemudian menyinggung bahwa fenomena ordal tidak hanya terjadi di masyarakat, tetapi juga di puncak pemerintahan. Hal itu kemudian menjadi keresahan yang harus diperhatikan.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini kemudian memberi contoh ketika ada guru yang menjadi gagal diangkat karena kalah dari pihak-pihak yang memanfaatkan ordal.

“Saya merasakan, beberapa guru komentar, pengangkatan guru membutuhkan ordal, wong di Jakarta ordal, kenapa kita gak pake ordal? tatanan demokrasi ini menjadi rusak, Mau ikut kesebelasan ada ordal, mau masuk jadi guru ordal, mau daftar sekolah ada ordal, mau tiket konser ada ordal. Ada ordal di mana-mana yang membuat meritokratik tidak berjalan dan etika luntur,” lanjutnya.

“Lalu apa jawabannya? ‘Atasan saya bilang wong di Jakarta pakai ordal, kenapa kita di bawah tidak boleh pakai ordal,” ujar Anies. (NVR)

By Editor1