JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kabar duka datang dari Estu Pradhana Bramono, seorang musisi dan personil The Blackstones. Ia menghembuskan nafas terakhirnya di kediamannya di bilangan Jatiwarna, Bekasi pada Jumat (15/12).
Usai tutup usia, jenazahnya dibawa ke RS Helsa Jatirahayu sebelum dibawa ke rumah duka Dharma Agung Funeral Home, Bekasi Utara.
Estu dikenal sebagai musisi yang peduli pada isu-isu sosial politik dan lingkungan hidup. Ia terakhir tampil bermain keyboard pada acara konser ‘Bongkar’ yang digelar memperingati Hari Anti Korupsi dan HAM Sedunia yang berlangsung di Stadion Madya, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Estu juga tampil dalam festival musik yang digelar Amnesty International Indonesia di Pos Bloc, Pasar Baru, Jakarta. Dalam acara tersebut, Estu hadir bersama Once Mekel gitaris blues Gugun Blues Shelter dan Fajar Merah serta Usman and The Blackstones. Selain memainkan lagu-lagu kritik sosial, Estu bersama band The Blackstones ikut mengiringi musisi asal Solo, Fajar Merah yang merupakan putera penyanyi Wiji Thukul.
Usman Hamid, vokalis The Blackstones yang juga aktivis hak asasi manusia mengatakan, Estu merupakan seorang musisi multitalenta yang peduli pada hak asasi manusia, korupsi, dan lingkungan hidup.
“Estu sering gelisah dengan situasi musik di Indonesia. Selain terus bermusik untuk isu-isu yang dipedulikannya, ia sedang berusaha mendorong adanya kebijakan arsip nasional tentang sejarah musik Indonesia. Ini adalah kehilangan besar bagi aktivis dan musisi,” kata Usman.
“Saya sangat berduka dan merasa kehilangan seorang teman musisi pejuang. Almarhum Estu layak dqpat julukan itu ,” ungkap Once yang juga sahabat karib Estu.
“Bagi saya, Estu punya semangat dan idealismenya luar biasa dalam bermusik dan juga pikirannya,” imbuh Once yang kini maju sebagai caleg PDIP untuk dapil Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri ini.
Sejumlah sahabat yang melayatnya di rumah duka antara lain para personil The Blackstones yakni Vicky Risky (drum), Win Dwi Yudha (lead guitar), Akbar Kelana Halim (guitar, backing vocal), Kis Winarko (bass), Usman Hamid (lead vocal).
“Kepergian Estu ini meninggalkan kesedihan yang mendalam bagi keluarga, kerabat dan sahabatnya,” ujar Akbar Kelana di rumah duka.
Untuk diketahui, Estu lahir 17 Februari 1977 dan meninggal dalam usia 46 tahun. Ia meninggalkan istri, Anak Agung Rai Puspa Dewi dan empat orang anak yang terdiri dari Sang Agung Raditya Prawara (27), Liandra Sasmita (24), Indira Larin Natasha (23) dan Kicanka Bramantya (10).
Sejumlah karya musik yang turut dibidaninya bersama The Blackstones seperti ‘Kemanakah’, ‘Larung’ dan ‘Rempang’ ini bisa didengarkan di digital streaming platform seperti Spotify dan Apple Music. (NVR)
