CIREBON, AKURATNEWS.co – Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka mempersilakan dirinya dipindai menggunakan sinar X (X-ray) sebelum naik ke panggung debat cawapres. Hal ini guna menepis kecurigaan pakar telematika, Roy Suryo yang menduga dirinya mengenakan tiga mikrofon.
“Nanti silakan juga sebelum saya naik panggung, nanti saya di-X-ray atau apalah ya biar mengecek, biar Om Roy Suryo puas,” seloroh Gibran di Cirebon, Sabtu (6/1).
Gibran sendiri mengaku belum ada persiapan khusus untuk debat cawapres selanjutnya. Saat ini pihaknya masih berfokus pada sesi debat ketiga yang mempertemukan para capres malam ini.
Gibran juga menanggapi terkait aturan KPU yang mengatakan bahwa singkatan harus dijelaskan saat debat. Dia mengaku akan mengikuti aturan tersebut.
“Saya ikut aturan KPU aja, kemarin kan saya jelaskan kepanjangannya apa. Saya ikut aturan KPU,” ucapnya.
Menanggapi ucapan Gibran, Roy Suryo meminta masyarakat menjadi saksi omongan Gibran itu.
“Seorang (yang katanya) calon pemimpin tidak boleh sembarangan dalam bicara. Tidak ada hujan & angin, mendadak mengeluarkan statemen sendiri -bernada “menantang” (baca: Jumawa). Oleh karenanya sebaiknya seluruh rakyat Indonesia menjadi saksi omongannya tersebut, silakan dia membuktikannya sendiri untuk dilakukan X’Ray sebelum Debat ke-4 / Cawapres, Minggu 14 Januari 2024 yang akan datang,” tulis Roy Suryodi aku X (Twitter), Minggu (7/1).
Seperti diketahui, Roy Suryo sudah dilaporkan ke polisi buntut kecurigaannya pada Gibran yang mengenakan tiga alat mikrofon pada saat debat cawapres sebelumnya, di antaranya clip on, hand held, dan earphone.
Dugaan kecurangan tersebut sudah dibantah Ketua KPU Hasyim Asy’ari.
“Debat spontan, nggak mungkin didikte, dengerin bisikan atau baca contekan. Roy Suryo memang tukang fitnah,” ujar Hasyim, Minggu (24/12).
Hasyim menerangkan, semua cawapres menggunakan 3 mikrofon yang sama. Hal itu untuk mengantisipasi bila ada salah satu mikrofon yang tidak berfungsi.
“Semua cawapres pake alat yang sama. Semua cawapres pakai tiga mic untuk antisipasi ada mic yang mati. Bukan ear feeder. Itu mic yang ditempel di pipi dan dicantolin di kuping,” ujar Hasyim. (NVR)
