JAKARTA, AKURATNEWS.co – Sebuah catatan tentang sejumlah aspek kehidupan negeri Tirai Bambu, China dipaparkan pengamat sosial dan masyarakat, Kan Hiung usai dirinya melancong selama lebih dari sebulan.
Dalam catatannya ini, sejumlah hal dipaparkannya, mulai dari fasilitas publik, etos kerja, infra struktur, ekonomi, kedisiplinan masyarakat hingga penerapan hukum.
Berikut sejumlah catatan pria yang akrab disapa Mr Kan ini:
Pengalaman saya melihat sendiri China unggul hampir di semua bidang penting dalam kehidupan. Dalam medio 9 April – 04 Mei 2024 saya sudah berkunjung ke banyak kota di dalam beberapa provinsi di China, mulai dari Hong Kong, Guangzhou, Zhangjiajie, Fujian (Fuzhou), Hebei, Zhejiang, Shandong (perbatasan Beijing), Anhui dan Jiangsu (di perbatasan Shanghai).
Saya berkesempatan naik kereta cepat dari jarak satu jam hingga belasan jam. Ada saat satu malam saya tidur di dalam kereta yang ada ranjang bertingkat. Secara umum, duduk dalam kereta cepat itu nyaman dan tidak membuat saya mabuk.
Saya jauh lebih nyaman duduk di kereta cepat dibandingkan duduk di pesawat walaupun harus duduk di kereta cepat belasan jam. Setiap hari saya jalan dari jam 6 pagi bangun sarapan dan jalan sampai jam 12 malam hingga jam 1 jelang subuh.
Setiap hari saya tidur hanya beberapa jam saja, karena jarak antar kota yang jauh membuat saya harus kejar waktu agar bisa maksimal. Dengan semangat yang masih luar biasa membuat saya hampir terlupakan yang namanya lelah.
Hampir semua kota besar di China sudah terhubung dengan kereta cepat dan April tahun lalu, China sudah membuka jalur kereta cepat untuk penumpang antar negara China – Laos serta mulai membuka jalur kereta cepat antar negara untuk mengangkut barang.
Seluruh provinsi di China pun sudah terhubung dengan jalan tol yang rapi dan lebar. Hampir semua kota yang padat penduduk sudah terbangun MRT. Sekitar 70 persen rakyat China sudah menggunakan kendaraan dengan mesin listrik, dari kendaraan roda dua hingga kendaraan angkutan penumpang dan barang yang telah mewujudkan tingkat polusi yang semakin sangat rendah.
Semua stasiun kereta cepat terbangun megah, rapi, bersih dan kokoh. Kereta cepat dengan jam keberangkatan dan kedatangan yang tepat waktu, kecuali ada gangguan pada jalur kereta atau kereta, namun sangat jarang tidak tepat waktu. Pernah satu kali saya mengalami delay, tapi itu pun hanya terlambat 15 menit saja.
Jumlah penduduk China yang begitu besar atau terbanyak kedua di dunia setelah India, namun jarang menemukan pengemis atau orang-orang terlantar. Hampir di setiap stasiun kereta cepat itu padat penumpang, padahal jumlah kereta yang luar biasa banyak, tiket kereta cepat yang termasuk tidak murah dari harga sekitar Rp130.000 hingga Rp 2,5 juta per tiket itu tetap saja ramai penumpang, hal ini menunjukkan perekonomian rakyat China yang rata-rata kuat dan mempuni.
Tingkat keamanan yang tinggi dengan salah satu contoh bukti beberapa penumpang kereta cepat asal penduduk asli China meletakan tas terbuka ada isi HP, dompet dan sebagainya di tepi jalan dalam kereta tapi orangnya tinggal pergi jalan mondar mandir ke toilet, mobil pribadi parkir tanpa kunci pintu dan sebagainya, saya tanya mereka apakah tidak takut kehilangan dengan kondisi seperti ini?
Jawaban dari mereka adalah di China saat ini hampir tidak ada lagi orang yang berpikir ambil barang milik orang lain, karena dua hal, yakni: takut ditangkap polisi sebab di mana-mana ada CCTV sehingga pada umumnya penjahat itu biasanya bisa tertangkap polisi hanya dalam waktu beberapa jam saja sejak laporan itu masuk. Selain itu, rata-rata rakyat China berpendapatan upah yang berkecukupan, sehingga pada umumnya mereka sudah tidak mau berpikir jahat untuk ambil barang orang lain lagi.
Salah satu contoh aturan hukum di China saat ini ada larangan tegas dan keras setelah minum alkohol tidak diizinkan mengemudi. Jika tertangkap setelah minum alkohol, pengemudi itu harus masuk penjara sekitar enam bulan.
Banyak hak yang berkaitan dengan negara itu dicabut hingga sampai pencabutan untuk hak-hak terhadap anak-anak dari orang tua yang terbukti melanggar aturan tersebut, seperti contoh sudah tidak bisa mendapat visa hingga berapa tahun, anak tidak bisa daftar jadi dokter, tentara, polisi, pejabat negara dan sebagainya.
Saya perhatikan dengan aturan hukum yang tegas, terang, pasti dan adil maka rakyat China rata-rata sangat patuh terhadap aturan hukum.
Uniknya bagi mereka yang membawa mobil ke restoran dan setelah minum alkohol mereka bisa pesan sopir secara online untuk antar mereka kembali ke rumah, dan sopir yang dipesan itu sangat cepat hitungan menit sudah datang, sopir yang datang itu umumnya bawa sepeda lipat dan sepeda lipatnya itu dimasukkan dalam bagasi mobil.
Hampir semua provinsi itu banyak Pabrik yang memproduksi barang-barang dengan kapasitas rata-rata punya market internasional dan nasional, Ada satu pabrik yang saya kunjungi itu besarnya bisa sekitar dua kecamatan di Indonesia.
Semua pabrik yang saya kunjung itu isinya mesin-mesin dan robot kerja yang berteknologi canggih dengan sistem komputer atau CNC dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang super tangguh kerja cepat tepat dalam sehari kerja minimal 10 hingga 12 jam.
Tak jarang ada yang tambah jam kerja lembur 3 sampai 5 jam hingga total sehari itu bekerja 15 jam (kalau pesanan lagi ramai itu bisa setiap hari lembur), mereka jarang libur untuk hari Minggu, kecuali libur nasional.
Upah buruh di China rata-rata 4.000 Yuan hingga 5.000 yuan/Rmb atau sekitar Rp9 hingga 11 juta per bulan. Semua harga bahan baku untuk kebutuhan pabrik-pabrik itu murah dan tersedia cukup dengan harga yang relatif stabil. Setiap wilayah itu tersusun pabrik-pabrik dengan bidang-bidang yang terstruktur.
Yang membuat saya sangat teramat kagum adalah mereka yang punya pabrik rata-rata bisa merancang mesin canggih buat produksi barang bakal merancang mesin canggih buat dijual lagi, hingga mereka punya pabrik bisa punya pembangkit listrik tersendiri dengan menggunakan tenaga surya atau matahari.
Lalu, bakal ada satu pabrik punya pembangkit listrik yang besar buat dipakai sendiri dan sisanya dijual lagi ke negara, sebagian dari mereka yang punya pabrik bisa memproduksi bahan baku dari bahan mentah. Saya amati lahan tanah untuk kebutuhan pabrik itu sebagian besar gratis dari pemerintah China.
Satu hal saya amati aturan hukum di China itu jelas terang, pasti, tegas dan adil atau merata. Jadi kalau aturan hukum itu mengamanatkan boleh, ya semua orang boleh melakukan, apabila tidak boleh, ya semua orang tidak boleh melakukan.
Walau pelanggaran tetap ada saja, akan tetapi terjadi pelanggaran itu sangat teramat minim. Itu pun saya perhatikan karena satu atau dua aturan hukum yang sifatnya agak lemah (umumnya pelanggaran yang tidak merugikan negara secara langsung dan pasti itu pelanggar bisa diselesaikan secara bayar ganti rugi kepada pemerintah atau negara). (NVR)
