JAKARTA, AKURATNEWS.co – Laga Indonesia versus Bahrain di kualifikasi Piala Dunia 2026 kembali memicu perdebatan.

Laga yang digelar baru-baru ini menimbulkan kontroversi terkait sejumlah keputusan wasit asal Oman, Ahmed Alkaf yang dianggap merugikan Indonesia.

Wacana yang menyerukan kemungkinan adanya pertandingan ulang (replay) pun menyeruak. Netizen merujuk pada kasus Senegal dan Afrika Selatan pada kualifikasi Piala Dunia 2018.

Dalam laga kemarin, Indonesia harus puas ditahan imbang Bahrain 2-2.  Kontroversi mulai bermunculan saat beberapa keputusan wasit dinilai tidak konsisten, termasuk pemberian waktu injury time yang sudah di luar waktu.

PSSI dan para pengamat pun mulai membahas potensi permintaan resmi untuk menggelar pertandingan ulang, dengan merujuk pada preseden yang pernah terjadi di panggung internasional.

Kasus Senegal vs Afrika Selatan pada kualifikasi Piala Dunia 2018 seringkali dijadikan referensi dalam situasi seperti ini.

Pada November 2016, Afrika Selatan memenangkan pertandingan atas Senegal dengan skor 2-1, namun kemenangan itu diselimuti kontroversi setelah wasit Joseph Lamptey memberikan penalti yang dianggap tidak sah kepada Afrika Selatan.

Federasi Sepakbola Senegal mengajukan banding ke FIFA, yang akhirnya memutuskan bahwa pertandingan tersebut harus diulang setelah dilakukan investigasi dan ditemukan bukti kesalahan wasit yang disengaja.

Pertandingan ulang antara Senegal dan Afrika Selatan akhirnya digelar pada 2017, dan Senegal berhasil memenangkan laga tersebut dengan skor 2-0, memastikan langkah mereka menuju Piala Dunia 2018 di Rusia.

Keputusan FIFA untuk memerintahkan pertandingan ulang ini menjadi momen penting dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia, karena menunjukkan bahwa badan sepakbola internasional tersebut tidak ragu untuk mengoreksi kesalahan besar yang terjadi di lapangan.

Terkait dengan kasus Indonesia vs Bahrain, beberapa pengamat sepakbola nasional menilai bahwa meski skenario pertandingan ulang mungkin sulit dilakukan, PSSI dapat mempertimbangkan untuk melayangkan protes resmi kepada AFC atau bahkan FIFA.

Jika ada bukti kuat bahwa keputusan wasit memang secara signifikan mempengaruhi hasil akhir pertandingan, ada kemungkinan PSSI bisa mengajukan kasus ini lebih lanjut.

Namun, tantangan yang dihadapi Indonesia untuk mendapatkan keputusan ulang dari FIFA atau AFC cukup besar, mengingat kasus seperti Senegal vs Afrika Selatan sangat jarang terjadi.

Banyak faktor yang dipertimbangkan dalam permintaan replay, termasuk bukti kuat mengenai kesalahan wasit atau elemen-elemen lain yang dianggap merugikan secara material.

Meski begitu, isu ini tetap menjadi sorotan, terutama bagi penggemar sepak bola Indonesia yang merasa timnas mereka dirugikan.

“Kami berharap ada keadilan, meskipun replay tidak selalu menjadi jawaban. Yang terpenting adalah transparansi dan investigasi yang objektif terkait keputusan-keputusan yang merugikan,” tandas salah satu perwakilan suporter. (NVR)

By Editor1