JAYAPURA, AKURATNEWS.co – Kantor Redaksi Jujur Bicara (Jubi) di Jayapura menjadi sasaran serangan bom molotov pada Rabu dini hari (16/10) yang menyebabkan dua mobil operasional Jubi terbakar.
Terkait insiden ini, pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, Matius Fakhiri dan Aryoko Rumaropen (Mari-Yo) pun mengecam keras aksi teror yang ditujukan kepada Redaksi Jubi.
“Kami sangat menyayangkan tindakan brutal ini. Saya pribadi tidak membenarkan aksi semena-mena seperti ini, apapun alasannya, dan mengutuk keras siapapun yang terlibat dalam serangan ini,” ujar Matius Fakhiri, Kamis (17/10).
Untuk diketahui, insiden ini terjadi sekitar pukul 03.15 WIT. Bom molotov itu dilemparkan ke arah kantor yang terletak di Jl SPG Taruna Waena, Jayapura.
Dua mobil operasional yang diparkir di halaman kantor terbakar akibat ledakan tersebut. Untungnya, api dapat segera dipadamkan berkat bantuan dua staf Jubi dan warga setempat yang bertindak cepat.
Fakhiri pun meminta semua pihak tetap tenang dan bersabar dalam menghadapi situasi ini, sembari menunggu penegakan hukum yang tengah berlangsung.
“Kita harus beri waktu kepada kepolisian untuk menangani kasus ini dengan profesional. Saya berharap pelaku dan motif serangan ini bisa segera terungkap,” tambahnya.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa aparat kepolisian sudah mengambil langkah-langkah tepat dalam menyelidiki insiden tersebut. Fakhiri mengimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dan tetap menghormati proses hukum yang berjalan.
Fakhiri juga menegaskan pentingnya peran media dalam menyampaikan informasi secara objektif, terutama di masa-masa penting seperti Pilkada Papua.
Menurutnya, tindakan teror seperti ini dapat mengancam kebebasan pers, yang seharusnya dijaga dan dilindungi oleh semua pihak.
“Media harus diberi ruang seluas-luasnya untuk memberitakan segala informasi agar masyarakat bisa mendapatkan informasi yang benar dan akurat. Aksi teror seperti ini justru membelenggu kebebasan pers yang sangat kita butuhkan,” ucapnya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi Jubi, Jean Bisai dalam keterangan tertulisnya mengungkapkan rasa syukur karena api yang membakar mobil tersebut berhasil dipadamkan sebelum menyebar lebih jauh.
“Beruntung ada staf dan warga sekitar yang cepat tanggap, sehingga kebakaran tidak meluas,” ujar Bisai.
Serangan terhadap kantor Redaksi Jubi menjadi perhatian publik, terutama karena media tersebut dikenal vokal dalam memberitakan berbagai isu sosial dan politik di Papua.
Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini. (NVR)
