JAKARTA, AKURATNEWS.co – Walau kerap melemparkan joke soal begitu effort-nya mereka dalam menyajikan suguhan konser di tengah umur yang tak muda lagi, namun Katon Bagaskara (vokal), LiLo (gitar) dan Adi Adrian (piano) tetap KLa Project yang nyaris tak berubah dari masa ke masa.

Seakan ingin membuktikan bahwa kemampuan bermusik mereka berjalan sama abadinya dengan rasa di hati penggemar mereka, konser KLa Project bertajuk AETERNITAS kali ini pun menyajikan suguhan yang walau dibalut aransmen baru namun rasanya nyaris tak ada bedanya dengan rasa KLa  Project di masa lalu.

Digelar di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/10), band yang telah berkarier 36 tahun ini masih mampu mengajak penonton bernostalgia dengan sederet hits yang telah menjadi soundtrack kehidupan banyak orang.

Empat ribu penonton, sebagian besar generasi 80 dan 90-an yang hadir sejak sore hari meski sempat diguyur hujan menyambut malam penuh kenangan yang dihadirkan band legendaris ini.

Konser dibuka tepat pukul 20.30 WIB dengan ‘Gerimis’ yang cocok menggambarkan suasana malam itu yang sempat diwarnai hujan. Katon, yang tampak penuh energi, membuka konser dengan berinteraksi hangat bersama penonton, memberikan sapaan akrab yang segera membuat suasana menjadi intim.

“Konser ini istimewa. Biasanya lima tahun sekali, tapi sekarang baru setahun kita konser tunggal lagi. Tahu nggak kenapa, Kak LiLo?” seloroh Katon, yang dijawab LiLo dengan candaan, “Karena tahun ini saya genap 60 tahun!”

Sejak awal konser, KLa Project langsung menggeber sejumlah hits ikonis seperti ‘Menjemput Impian’ dan ‘Dekadensi’. Serasa reuni harmonis KLa Project dan penggemar setianya, Lilo dan Katon pun tak henti-hentinya berinteraksi dengan penonton lewat candaan agar mereka tak dipanggil “Pakde” atau “Om.”

Chit-chat khas ini menjadi andalan band tersebut untuk menjaga kedekatan emosi dengan penggemar, menjadikan konser ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi reuni.

“Kami nggak masalah dipanggil apapun, asal jangan KPK atau Kejaksaan,” celetuk LiLo yang kembali disambut tawa riuh penonton.

Tak hanya memanjakan telinga, KLa Project juga mengemas konser ini dengan aransemen musik khas nusantara. Di ‘Waktu Tersisa’, mereka berkolaborasi dengan gamelan Sunda dan rampak kendang hingga menciptakan suasana magis yang tak hanya mengingatkan akan budaya Indonesia, tetapi juga memperkaya pengalaman mendengarkan. Aransemen tersebut dirancang Adi Adrian, sang ‘arsitek musik’ yang dikenal dengan eksperimen progresif rock dalam karya-karya KLa Project.

Di paruh ketiga konser, KLa Project menghadirkan Lomba Sihir, band yang turut memeriahkan konser dengan membawakan ‘Rentang Asmara’ dalam aransemen segar. Band yang digawangi Tristan Juliano, putra bungsu Addie MS dan Memes, ini mampu memberikan warna baru pada hits yang telah lama menjadi favorit para fans KLa, Klanese.

KLa Project saat sesi intimate di konser AETERNIITAS

Dan tak berhenti sampai disitu, KLa Project pun menghadirkan kejutan di sesi intimate. Di lagu ‘Romansa’, Katon mendapuk mantan vokalis Dewa 19, Once Mekel untuk berduet. Suara khas Once pun menciptakan kolaborasi memukau dan disambut meriah penonton.

“Keren suara lo, kenapa nggak jadi penyanyi aja?” canda Katon pada musisi yang kini juga anggota DPR ini.

Jelang akhir konser, KLa Project membawakan lagu terbaru mereka ‘Tak Usah Mengejar Cinta,’ yang perdana dibawakan di konser ini. Katon menjelaskan bahwa lagu tersebut merupakan persembahan khusus bagi para penggemar yang telah setia mendukung mereka selama 36 tahun.

“Semoga kalian suka ya,” ujar Katon dengan penuh haru, menutup konser dengan kenangan indah yang akan selalu dikenang oleh Klanese.

Usai konser, KLa menyebut walau sudah 36 tahun bermusik bersama, mereka hingga saat ini tak memiliki ‘ujung’ dalam bermusik.

“Kita enjoy the journey, nggak tahu ujungnya kemana. Jalan terus aja,” ujar Adi yang diamini Katon dan LiLo.

Congrats KLa Project… Teruslah menjadi bagian dari kenangan yang tak berujung di hati para Klanese dan pecinta musik tanah air.  (NVR)

By Editor1