JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dukungan bagi pasangan calon (paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1, Ridwan Kamil dan Suswono (RIDO), terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat.
Kali ini, komunitas seni tradisional WAYANG NGUDI LARAS menampilkan pertunjukan wayang orang di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat sebagai bentuk dukungan kepada paslon tersebut.

Pertunjukan tersebut tidak hanya menjadi ajang seni, tetapi juga sarana kampanye yang mengangkat pentingnya pelestarian budaya di Jakarta.
Menurut Sumargo alias Pak Gareng, salah satu seniman yang terlibat, pertunjukan wayang orang diharapkan dapat menjadi pengingat bagi pemerintah untuk terus melestarikan seni tradisional.
“Kami berharap, Ridwan Kamil melestarikan kesenian wayang orang, wayang kulit, dan kesenian daerah lainnya yang ada di Jakarta. Jakarta sebagai ibukota banyak dikunjungi wisatawan dan seni ini juga bisa menjadi edukasi bagi masyarakat,” ujar Gareng di sela-sela acara, Sabtu (16/11).
Selain pertunjukan wayang, acara tersebut juga dimeriahkan dengan kegiatan sosial. Warga sekitar diajak menikmati makan gratis di salah satu Warung Tegal (warteg) yang berada di lokasi acara.

Aktivitas ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat setempat yang turut meramaikan kegiatan tersebut.
Acara ini juga dihadiri Erlinda, mantan komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang kini menjadi bagian dari tim sukses RIDO.

Dalam sambutannya, Erlinda menyatakan bahwa pasangan Ridwan Kamil dan Suswono memiliki komitmen kuat untuk melestarikan budaya sekaligus mengutamakan isu-isu strategis seperti perlindungan anak.
“Pasangan RIDO tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga sangat peduli dengan isu sosial dan budaya, termasuk pelestarian kesenian tradisional yang memiliki nilai sejarah dan edukasi tinggi,” kata Erlinda.
Komunitas WAYANG NGUDI LARAS pun berharap pasangan RIDO dapat mewujudkan visi pelestarian seni tradisional jika terpilih sebagai pemimpin Jakarta. Dukungan berbasis budaya ini menunjukkan bahwa kampanye tidak hanya tentang politik, tetapi juga tentang identitas dan warisan kota. (DAN)
