JAKARTA, AKURATNEWS.co – Akun Instagram resmi Manchester United (MU) @manchesterunited mencuri perhatian warganet Indonesia dengan unggahan bertema es teh, tren yang tengah viral di Indonesia.
Tren ini bermula dari kontroversi ucapan Utusan Khusus Presiden Miftah Maulana Habiburrahman atau yang akrab dikenal Gus Miftah, yang mengolok seorang pedagang es teh di Magelang.
Dalam unggahannya pada Rabu (4/12), Manchester United memamerkan foto pemain mereka mengangkat trofi kemenangan dengan tambahan narasi unik yang mengaitkan aksi tersebut dengan viralnya frasa ‘es teh’.
“Menjunjung es teh maupun menjunjung trofi, keduanya sama-sama mulia,” tulis Manchester United dalam keterangan foto mereka.
Unggahan ini segera dibanjiri komentar warganet, baik dari Indonesia maupun internasional. Sebagian besar netizen memuji kreativitas tim media sosial Manchester United dalam mengikuti tren lokal yang sedang hangat.
“Kelas, King. Beda memang Man Utd,” tulis salah satu pengguna Instagram.
“Pinter banget Man Utd masukin tren lokal. Salut,” tambah lainnya.
Namun, ada pula netizen yang memanfaatkan momen tersebut untuk menyindir prestasi Manchester United, khususnya di Premier League yang dianggap telah merosot dalam satu dekade terakhir.
“Itu piala Premier League zaman kapan?” sindir seorang warganet.
“Es tehnya masih banyak? Beda sama trofi kalian sekarang,” tambah komentar lain yang disertai emoji tawa.
Seperti diketahui, fenomena ‘es teh’ menjadi topik hangat di Indonesia setelah video Gus Miftah viral di media sosial. Dalam video tersebut, Gus Miftah, yang merupakan Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama, mengolok seorang pedagang es teh di tengah acara dakwah.
“Es tehmu ijek okeh ora? Masih? Yo kono didol, goblok,” ujar Gus Miftah dalam video itu, yang kemudian menuai kritik dari netizen.
Setelah kritik meluas, Gus Miftah meminta maaf secara langsung kepada Sunhaji, penjual es teh yang menjadi subjek olok-olokannya. Dalam pernyataannya, Gus Miftah mengaku menyesal dan berjanji lebih berhati-hati di masa depan.
Langkah Manchester United mengikuti tren lokal ini tidak terlepas dari upaya mereka mempertahankan basis penggemar besar di Indonesia. Klub berjuluk The Red Devils ini diketahui memiliki komunitas penggemar yang kuat di Tanah Air, yang selalu aktif berinteraksi di media sosial.
Meski prestasi mereka di liga utama Inggris menurun, strategi komunikasi seperti ini dianggap berhasil menjaga kedekatan dengan para fans. (NVR)
