JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) dan Upah Minimum Provinsi (UMP) yang akan berlaku pada 2025 dipandang lebih memberikan dampak signifikan terhadap sektor jasa logistik dibandingkan penerapan kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12 persen.
Hal ini diungkapkan PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) dalam public expose yang digelar Jumat (20/12). Dijelaskan Direktur Utama KJN Express, Sunarto, kenaikan UMK dan UMP memang secara langsung memengaruhi struktur biaya perusahaan, khususnya pada operasional berbasis tenaga kerja seperti pengemudi, operator gudang dan staf fulfillment.
“Kenaikan upah tenaga kerja memang memberikan tekanan signifikan pada biaya operasional kami ketimbang kenaikan PPN 12 persen, karena untuk jasa logistik PPN -nya cuma 1,1 persen,” ujar Sunarto yang didampingi Komisaris KJN Express, Dewi Prasetyaningsih.
Sementara itu, dalam laporan keuangan Q3 2024, KJEN mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp4,87 miliar dengan laba periode berjalan mencapai Rp223,7 juta. Meskipun pendapatan mengalami penurunan sebesar 11,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, laba periode berjalan justru naik signifikan sebesar 40,8 persen. Hal ini mencerminkan efisiensi operasional yang berhasil diterapkan perusahaan.
“Fokus kami pada efisiensi, seperti optimalisasi rute pengiriman dan peningkatan kapasitas angkut, membantu menekan dampak kenaikan biaya tenaga kerja dan operasional lainnya. Namun, dengan adanya kenaikan UMK dan UMP pada 2025, tantangan ini akan lebih besar,” jelas Sunarto lagi.
Dalam menghadapi kenaikan UMK dan UMP, KJEN telah menyiapkan beberapa langkah strategis, di antaranya:
1. Optimalisasi Aset: Memanfaatkan aset perusahaan dengan bekerja sama dengan badan usaha berlisensi SIUJPT untuk memperluas basis pelanggan.
2. Pengembangan Jasa Fulfillment: Memberikan layanan khusus untuk e-commerce dan UMKM guna mendiversifikasi pendapatan.
3. Efisiensi Operasional: Mengoptimalkan rute pengiriman dan memaksimalkan kapasitas angkut untuk menekan biaya logistik.
4. Pengembangan SDM: Meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga kerja pada area yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.
KJEN pun tetap berkomitmen memberikan manfaat maksimal kepada para pemangku kepentingan, meski dihadapkan pada tantangan ekonomi domestik dan global.
“Dengan strategi yang kami siapkan, kami optimis dapat mempertahankan kinerja positif di 2025. Dukungan dari karyawan, pemegang saham, dan pelanggan menjadi kunci utama keberlanjutan bisnis kami,” tutup Sunarto. (NVR)
