UKRAINE-CRISIS/KYIV-BLASTS

KYIV, AKURATNEWS.co – Serangan rudal besar-besaran Rusia menghantam ibukota Ukraina, Kyiv saat jam sibuk hingga menyebabkan satu orang tewas, tujuh orang terluka, dan kerusakan luas pada berbagai bangunan.

Serangan pada Jumat (20/12) ini melibatkan beberapa jenis rudal canggih, termasuk rudal hipersonik Kinzhal dan rudal balistik Iskander/KN-23 yang dilaporkan berhasil mencapai sejumlah target di jantung kota.

Ledakan keras terdengar di berbagai sudut kota, memicu kebakaran di gedung-gedung perkantoran dan fasilitas publik. Serhiy Popko, Kepala Administrasi Militer Kyiv, mengungkapkan bahwa total delapan rudal diluncurkan Rusia dalam serangan tersebut.

“Serangan ini melibatkan rudal Kinzhal, yang terkenal dengan kecepatannya, serta Iskander/KN-23 yang memiliki daya hancur signifikan. Kami menerima laporan tentang kebakaran di beberapa lokasi akibat serangan ini,” ujar Popko seperti dilansir dari Reuters.

Sistem pertahanan udara Ukraina sendiri telah diaktifkan untuk mencegat serangan, namun beberapa rudal berhasil lolos dan menghantam target strategis di pusat Kyiv. Saksi mata melaporkan suasana mencekam, dengan sirene serangan udara bergema di seluruh kota.

“Kami mendengar ledakan besar diikuti kobaran api yang melalap bangunan,” kata seorang warga yang berada di pusat kota saat serangan terjadi.

Walikota Kyiv, Vitali Klitschko, menegaskan bahwa pihaknya terus memberikan bantuan kepada korban yang terluka.

“Ini adalah salah satu serangan paling merusak. Tim medis dan penyelamat terus bekerja keras di lokasi kejadian,” ujarnya.

Empat korban luka dilaporkan dalam kondisi serius dan sedang dirawat di rumah sakit. Sementara itu, otoritas lokal tengah mendata kerusakan pada infrastruktur, termasuk jaringan listrik dan komunikasi yang sempat terganggu akibat serangan.

Serangan ini menjadi bagian dari rangkaian serangan udara Rusia terhadap Ukraina sejak konflik dimulai pada 2022. Sebagai pusat pemerintahan dan logistik militer Ukraina, Kyiv telah menjadi target utama. Serangan rudal sebelumnya juga menimbulkan kerugian besar, baik dari segi korban manusia maupun kerusakan infrastruktur.

Langkah Rusia ini menuai kecaman internasional, dengan banyak negara mendesak kedua pihak untuk menurunkan eskalasi konflik yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan di kawasan tersebut.

Warga Kyiv kini hidup dalam ketegangan, dengan serangan udara yang semakin intensif dalam beberapa bulan terakhir.

“Kami merasa tidak aman bahkan di rumah kami sendiri. Serangan seperti ini menunjukkan bahwa tidak ada tempat yang benar-benar aman di Kyiv,” ujar seorang warga setempat.

Serangan ini mempertegas urgensi bagi komunitas internasional untuk mengambil langkah konkret dalam menghentikan konflik. Bantuan kemanusiaan juga semakin diperlukan untuk mendukung para korban yang terdampak oleh aksi militer ini.

Konflik Rusia-Ukraina, yang awalnya dimulai dengan aneksasi Crimea pada 2014 dan berkembang menjadi perang besar pada 2022, terus membayangi stabilitas Eropa Timur. Dengan eskalasi terbaru ini, masa depan kawasan tersebut semakin dipenuhi ketidakpastian. (NVR)

By Editor1