JAKARTA, AKURATNEWS.co – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan inspeksi mendadak ke Pasar Caringin, Kota Bandung, setelah menerima laporan dari warga dan pedagang tentang penumpukan sampah yang telah berlangsung selama tiga bulan. Dalam sidaknya, Dedi menemukan sekitar 1.000 ton sampah yang tidak terangkut, menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan di pusat aktivitas perdagangan tersebut.
Sidak dilakukan Dedi Mulyadi pada Kamis, 1 Mei 2025. Mengenakan kemeja putih dan iket Sunda, ia blusukan menyusuri lorong-lorong pasar yang dipenuhi bau menyengat dan tumpukan sampah yang membusuk. Sampah rumah tangga dan pasar menumpuk di berbagai sudut, menciptakan pemandangan yang tidak hanya memprihatinkan, tapi juga berbahaya dari sisi kesehatan masyarakat.
“Saya turun langsung karena sudah banyak keluhan. Dan hari ini saya melihat sendiri, ini bukan lagi soal kebersihan, ini sudah darurat lingkungan,” ujar Dedi dilansir dari Askara.
Dalam sidaknya, Dedi memanggil pihak pengelola pasar dan perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung. Berdasarkan keterangan yang diterima, persoalan ini muncul akibat ketidaktertiban sistem pengangkutan dan lemahnya pengawasan terhadap pihak ketiga yang bertanggung jawab.
Namun Dedi Mulyadi menegaskan, alasan administratif tidak dapat dijadikan pembenaran atas kelalaian tersebut.
“Jika dalam tiga bulan tidak ada tindakan, artinya ada pembiaran. Dan pembiaran seperti ini adalah bentuk kegagalan sistem yang tidak bisa dimaafkan,” tegasnya.
Respons Pedagang dan Warga:
Langkah Dedi Mulyadi melakukan sidak disambut antusias para pedagang. Banyak di antara mereka yang merasa tidak didengar selama ini, meskipun telah melaporkan kondisi pasar berkali-kali.
“Saya lega akhirnya Pak Gubernur turun langsung. Sudah berbulan-bulan kami dagang berdampingan dengan bau dan lalat. Pemerintah Kota seperti lepas tangan,” ujar Yani, pedagang ikan di Blok A Pasar Caringin.
Warga sekitar pun turut mendesak penanganan segera. Mereka mengeluhkan limbah cair dari tumpukan sampah yang mengalir ke saluran air, menyebabkan bau menyengat dan mengancam sanitasi lingkungan.
Langkah Tegas dan Arahan Gubernur:
Gubernur Dedi Mulyadi langsung menginstruksikan penanganan cepat dengan menurunkan tim dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat. Ia meminta pengangkutan seluruh sampah selesai dalam waktu maksimal tiga hari dan memerintahkan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan pasar oleh pemerintah kota.
“Dalam waktu 3×24 jam saya ingin pasar ini bersih. Jika tidak, saya akan ambil alih langsung penanganan pasar dari Pemkot,” ujarnya tegas.
Tak hanya itu, Dedi juga mengisyaratkan kemungkinan audit terhadap dana pengelolaan kebersihan pasar, serta keterlibatan aparat penegak hukum jika ditemukan indikasi korupsi atau penyalahgunaan wewenang.
Penutup:
Inspeksi mendadak Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi ke Pasar Caringin menjadi peringatan keras terhadap lemahnya pengelolaan lingkungan di kawasan vital ekonomi. Ia menegaskan bahwa kota dan kabupaten di Jawa Barat harus serius menjadikan kebersihan sebagai indikator tata kelola yang sehat dan bermartabat.
“Pasar adalah cermin peradaban. Kalau pasar jorok, maka buruk pula citra kita sebagai bangsa,” tutupnya./Teg. Foto: Istimewa.
