JAKARTA, AKURATNEWS.co – Dalam semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-498 Kota Jakarta, PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya meluncurkan program khusus bertajuk “Gebyar 498 DKI Jakarta,” yang menghadirkan diskon 50 persen untuk biaya tambah daya listrik bagi pelanggan tegangan rendah. Program ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi bagi warga ibu kota, tetapi juga bagian dari transformasi pelayanan publik yang semakin inklusif dan digital.
Promo ini menyasar pelanggan dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA, yang ingin meningkatkan kapasitas hingga maksimal 7.700 VA. Berlaku sejak 19 Juni hingga 2 Juli 2025, program ini bisa diakses melalui aplikasi PLN Mobile, yang kini menjadi tulang punggung digitalisasi layanan PLN.
“Promo Gebyar 498 DKI Jakarta ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada warga Jakarta. Kami ingin menghadirkan kemudahan bagi pelanggan yang membutuhkan peningkatan daya listrik, baik untuk kenyamanan rumah tangga maupun mendukung usaha mereka,” ujar General Manager PLN UID Jakarta Raya, Moch. Andy Adchaminoerdin, Jumat (20/6).
Untuk memperoleh diskon, pelanggan hanya perlu melakukan transaksi melalui PLN Mobile, baik pembelian token maupun pembayaran tagihan listrik, dan akan mendapatkan kode voucher untuk digunakan dalam proses tambah daya. Voucher ini bersifat personal, hanya berlaku untuk satu ID pelanggan, dan tidak dapat dipindahtangankan.
Yang menarik, PLN juga meluncurkan Mobil Pemasaran Keliling (Sarling) sebagai bagian dari strategi jemput bola. Mobil ini akan menyambangi sembilan titik strategis di Jakarta, mulai dari Monas, Kota Tua, Stasiun KCIC Halim, hingga Ragunan dan Car Free Day Sudirman. Di setiap titik, masyarakat dapat berkonsultasi langsung soal layanan listrik, dibantu menggunakan aplikasi PLN Mobile, bahkan langsung mengajukan tambah daya di tempat.
“Mobil Pemasaran Keliling ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk hadir lebih dekat dengan pelanggan. Tidak hanya mendigitalisasi layanan, tapi juga menyapa langsung masyarakat, memberikan informasi yang akurat, dan memberikan solusi di tempat,” lanjut Andy.
Askara menilai langkah ini sejalan dengan transformasi yang tengah dijalankan PLN untuk menjadi perusahaan energi berbasis teknologi dan pelayanan. Di tengah urbanisasi yang semakin masif dan kebutuhan listrik yang terus meningkat, pelayanan yang cepat, mudah, dan transparan menjadi kebutuhan mutlak.
Lewat program Gebyar 498 DKI Jakarta, PLN tidak sekadar memberikan diskon, tapi juga menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa hadir dengan pendekatan proaktif, humanis, dan berbasis teknologi. Sebuah teladan yang patut diapresiasi, dan diharapkan dapat menjadi contoh bagi BUMN maupun instansi lain dalam mendekatkan pelayanan ke masyarakat.
