JAKARTA, AKURATNEWS.co -Ketakutan  pengelola Mal untuk memutar lagu di area bsnisnya sempat viral disaat kisruh soal royalty sedang berlangsung.

Namun kini pengusaha Mal sudah lega, pasalnya  Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APBBI) sudah menandatangani kesepakatan kerjasama dengan pihak Velodiva selaku mitra LMKN.

Penandatanganan Kerjasama Velodiva dan APPBI tentu saja  membawa angin segar bagi industri pusat perbelanjaan dan para pencipta lagu di Indonesia.

Dengan sistem yang transparan, legal, dan sesuai regulasi, Velodiva memastikan bahwa setiap lagu yang diputar di ruang publik, seperti mal atau pusat belanja, tercatat secara otomatis. Nantinya, proses pelaporan serta pembayaran royalti dapat diakses dan dipantau dengan jelas.

Vedy Eriyanto selaku CEO sekaligus founder Velodiva, mengatakan Velodiva bisa menjadi jawaban atas kekhawatiran para pelaku usaha terhadap isu royalti yang selama ini menimbulkan ketidakpastian hukum dan beban operasional.

“Velodiva membuktikan bahwa teknologi Indonesia mampu menghadirkan sistem berkelas dunia untuk mengelola musik di ruang publik secara profesional, relevan, dan berintegritas,” ujar Vedy.

Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) yang menaungi lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia menyambut baik kolaborasi dengan Velodiva. Menurut Sugwantono Tanto, Wakil Ketua Umum APPBI, sistem ini adalah terobosan penting yang memungkinkan seluruh anggota APPBI untuk menjalankan operasional musik di pusat belanja secara legal, aman, dan efisien.

“Kami menyambut baik kerja sama ini karena membawa standar baru dalam industri pusat belanja. Velodiva bukan hanya membantu menciptakan suasana belanja yang nyaman, tetapi juga memastikan bahwa hak para pencipta musik dihargai dengan semestinya,” ungkap Sugwantono.

Dukungan dari Ketua Umum Gekrafs

Kerjasama antara Velodiva dan APPBI ini mendapat dukungan penuh dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs). Menurut Ketua Umum Gekrafs, Kawendra Lukistian, keberadaan sistem seperti Velodiva merupakan langkah penting dalam menciptakan ekosistem industri kreatif yang adil dan berkelanjutan.

“Harapan semua pencipta lagu, tranparasi merupakan sebuah keharusan. Kalau reporting bisa realtime, tentu bisa jadi kebahagiaan dan membangun optimisme untuk berkarya,” kata Kawendra.

Saat mendapat penjelasan dari CEO Velodiva, Kawendra mengungkapkan kekagumannya dengan teknologi yang dibangun oleh anak bangsa ini.

“Sekalilagi, ini saya katakan, ini merupakan  platform yang sangat bagus, karena semua kita kethui langsung secara real time, jadi para pencipta lagu tak ada lagi keraguan soal pengelolaan royaltinya, kita sebagai penciptalagu atau musisi tinggal terus berkarya saja,” tutupnya./Eds.

By Editor1