JAKARTA, AKURATNEWS.co – Perjalanan kreator digital menuju layar lebar kembali menghadirkan cerita menarik di industri perfilman Indonesia.

Kali ini datang dari Kim Geba, kreator asal Korea Selatan yang dikenal luas di Indonesia sebagai Bung Korea, yang resmi melakoni debut aktingnya lewat film horor psikologis ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’.

Film produksi Heart Pictures ini menandai langkah penting Bung Korea dalam menapaki dunia seni peran, setelah sebelumnya dikenal sebagai YouTuber dan kreator konten yang menjembatani budaya Indonesia dan Korea Selatan.

Dengan kemampuan berbahasa Indonesia yang fasih serta gaya komunikasi yang hangat dan edukatif, Kim Geba menjelma menjadi salah satu figur asal Korea Selatan yang paling populer di Tanah Air.

Dalam ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’, Bung Korea memerankan Dr. Park Min Jae, seorang dokter asal Korea Selatan berusia 29 tahun yang terlibat dalam relasi emosional kompleks dengan Tania, karakter yang diperankan oleh Saskia Chadwick.

Peran ini menuntut Bung Korea tidak hanya tampil secara teknis sebagai karakter profesional, tetapi juga membangun emosi, konflik batin, serta dinamika lintas budaya yang menjadi inti cerita film.

Debut ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan karier Kim Geba. Peralihannya dari dunia konten digital ke layar lebar menunjukkan keberanian untuk keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan baru yang menuntut disiplin artistik serta pendalaman karakter yang jauh berbeda dari medium digital.

Lewat film ini, Bung Korea membuktikan bahwa kehadirannya bukan semata membawa popularitas, tetapi juga komitmen untuk membangun karakter secara utuh dalam struktur cerita yang emosional dan kompleks.

Kehadirannya sekaligus mencerminkan semakin cairnya batas antara kreator digital dan aktor film di industri hiburan Indonesia.

Di sisi lain, ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’ juga menjadi panggung penting bagi Saskia Chadwick, aktris muda yang belakangan mencuri perhatian publik lewat film ‘Jalan Pulang’.

Dalam film tersebut, Saskia beradu akting dengan tiga ratu horor Indonesia, yakni Luna Maya, Taskya Namya, dan Shareefa Daanish, sebuah pengalaman yang menguji ketahanan emosi dan kedalaman aktingnya.

Konsistensinya dalam memilih peran-peran menantang di genre horor membuat nama Saskia semakin diperhitungkan.

Di tengah lanskap film horor Indonesia yang terus berkembang, ia mulai dilabeli sebagai the next ratu horor Indonesia, sebuah predikat yang lahir dari proses panjang, bukan popularitas instan.

Dalam Tolong Saya! (Dowajuseyo), Saskia memerankan Tania, seorang mahasiswi asal Indonesia yang berada di pusat teror dan konflik emosional lintas budaya.

Karakter ini menuntut keseimbangan antara ekspresi ketakutan, luka batin, serta relasi personal yang rumit. Tantangan tersebut semakin berat karena Saskia juga harus membawakan dialog dalam bahasa Korea, memperluas spektrum kemampuan aktingnya dalam proyek kolaborasi internasional.

Interaksi Saskia dengan Kim Geba sebagai Dr. Park Min Jae menjadi salah satu penggerak utama narasi film. Relasi keduanya dibangun dengan sensitivitas budaya dan emosi, memperkuat atmosfer horor psikologis yang menjadi ciri utama film ini.

Selain Bung Korea dan Saskia Chadwick, film ini juga dibintangi oleh Cinta Brian, Aruma Khadijah, Dito Darmawan, William Roberts, serta aktris Korea Kim Seoyoung.

Kehadiran deretan pemain lintas negara ini mempertegas posisi ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’ sebagai proyek kolaborasi Indonesia–Korea yang tidak hanya menjual konsep, tetapi juga eksplorasi budaya dan emosi dalam satu narasi horor yang relevan dengan audiens masa kini.

Lebih dari sekadar debut akting, film ini menjadi simbol terbukanya ruang layar lebar bagi generasi kreator digital yang berani melangkah lebih jauh dan serius menekuni dunia seni peran.

Dan Heart Pictures menghadirkan film ini sebagai bukti bahwa talenta lintas medium dapat berkembang dan memberi warna baru bagi perfilman nasional.

Film ‘Tolong Saya! (Dowajuseyo)’ dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 29 Januari 2026. (NVR)

By editor2