JAKARTA, AKURATNEWS.co – Ujian besar langsung dihadapi pelatih baru Michael Carrick usai remi ditunjuk sebagai pelatih Manchester United (MU), menggantikan Ruben Amorin.

Carrick datang disaat performa MU kurang meyakinkan dan hanya menduduki peringkal ke-6 klasemen sementara Liga Primer Inggris 2025-2026, terpaut jauh dengan Arsenal sebagai pemuncak klasemen sementara.

Pekan pertamanya mendaraat di MU sebgai pelatih, Carrick sudah mendapat ujian berat, karena harus meladeni tetangganya Manchester City yang belakangan moncer di Liga Primer, sejak ditangani Pep Guardiola.

Bermain di hadapan publik sendiri, MU bermain seperti kesetanan, hasilnya Bruno Fernandez dan kawan-kawan mampu melesakkan 5 gol ke gawang City. Tetapi 3 gol dianulir karena terlebih dahulu dianggap ofside.

Diakhir pertandingan, MU menang 2-0 atas Man City yang oleh fans MU disebutnya sebagai tetangga yang brisik. Carrick pun lolos menghadapi ujian pertamanya.

Pada pekan berikutnya, pertandingan besar lainnya menanti. MU harus bertandang ke kota London untuk meladeni tuan rumah Arsenal yang sedang dalam performa terbaiknya dan berada di puncak klasemen sementara.

Hasilnya, MU mampu menjungkirbalikkan semua prediksi dan berhasil menang dramatis dengan skor 3-2. Gol pembuka dalam pertandingan tersebut adalah hasil bunuh diri pemain belakang MU Lisandro Martinez yang gagal menghalau bola dan masuk ke gawang sendiri.

Gol penyeimbang 1-1 untuk MU, dicetak oleh Bryan Mbeumo yang berhasil mengejar bola hasil kesalahan pemain belakang Arsenal dan berhasil dikonversi menjadi gol.

MU berbalik memimpin dengan skor 2-1, setelah Patrick Dorgu berhasil menjebol gawang Arsenal melalui tendangan jarak jauh pada menit ke 50. Namun Arsenal kembali bisa menyamakan kedudukan menjadi 2-2 setelah pada menit ke-84 Mikel Merino berhasil mencetak gol ke gawang MU.

Ketika semua sudah memprediksi perminan akan berakhir imbang, justru MU berhasil mencetak gol ketiga hanya berselang 3 menit dari gol Arsenal, atau tepatnya di menit ke-87, melalui tendangan keras Matheus Cunha dari luar kotak pinalti.

Higga 90 menit waktu normal, ditambah 7 menit tambahan waktu, tak ada lagi gol yang tercipta dari kedua kesebelasan. Hingga akhir pertandingan, MU tetap unggul dengan skor 3-2.

Kemenangan atas Mancity 2-0 dan Arsenal 3-2 ini menjadi bukti bahwa manajemen MU tak salah memilih Carrick sebagai pelatih MU yang baru.

Kemenangan di 2 laga besar ini membuat optimisme terhadap kepelatihan Carrick di MU terus menebal.

Racikan ciamik Carrick dianggap mampu meladeni klub-klub yang beberapa tahun belakangan selalu finish di 3 besar Liga Inggris. Namun jangan lupa, masih ada 15 pertandingan tersisa di Liga Inggris yang harus dibuktikan Carrick hingga akhir musim.

Pertanyaan selanjutnya adalah, mampukah Carrick yang notabene adalah mantan pengatur serangan MU saat masih berkarir menjadi pmain ini membawa MU finish setidaknya di 3 besar?. Kita tunggu kiprah selanjutnya./Ib

By Editor1