JAKARTA, AKURATNEWS.co – Semangat solidaritas untuk Palestina dipastikan tidak akan memudar meski perhatian dunia mulai teralihkan pasca-gencatan senjata.

Dalam momen Iftar Bersama Friends of Palestine (FoP) ke-3, musisi dan aktivis Bella Fawzi menegaskan pentingnya peran seniman dalam menyuarakan kemanusiaan.

Melalui gerakan “Tanah Para Nabi”, Bella Fawzi bersama rekan-rekan seniman lainnya berkomitmen untuk menjaga isu Palestina tetap menggema di telinga publik lewat karya seni.

Bella Fawzi mengungkapkan bahwa gerakan “Tanah Para Nabi” bukan sekadar proyek musik biasa, melainkan sebuah inisiatif kolektif yang telah dibangun sejak tahun 2024. Gerakan ini mempertemukan para musisi, influencer, dan seniman yang memiliki keresahan yang sama terhadap krisis di Palestina.

“Sebenarnya Tanah Para Nabi Movement ini adalah satu gerakan yang isinya campuran musisi, influencer, dan seniman yang peduli isu Palestina. Waktu itu tahun 2024, saya bersama Kak Fia dan Kak Anisa Theresia rembukan bikin lagu judulnya ‘Tanah Para Nabi’,” ujar Bella di kawasan Jakarta Selatan, Rabu, 4 Maret.

Tak tanggung-tanggung, proyek kolaborasi ini melibatkan deretan nama besar di industri musik tanah air dari berbagai genre. Sebut saja Melly Goeslaw, Fadly Padi, Dira Sugandi, Sandhy Sondoro, hingga musisi religi seperti Nada Sikkah.

“Ada Chiki Fawzi, Lala Karmela, Rebecca Reijman, Eka Deli, Endah Widiastuti, hingga Kojek Rap Betawi. Dari berbagai macam genre, kita berhasil mengadakan kolaborasi itu untuk memperluas jangkauan pesan damai,” tambah putri dari Ikang Fawzi tersebut.

Bagi Bella, menyuarakan kemerdekaan Palestina bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang berakar pada sejarah bangsa Indonesia. Ia mengingatkan bahwa hubungan emosional kedua bangsa ini sudah terjalin sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

“Selama Palestina masih dijajah, selama itu juga kita harus terus bersuara. Karena dulu Indonesia juga nggak bisa merdeka kalau nggak didukung oleh Palestina,” tegas Bella.

Ia menekankan bahwa sebagai musisi, senjata utama mereka adalah karya. Konsistensi dalam menyebarkan kesadaran (awareness) menjadi kunci agar isu kemanusiaan ini tidak tenggelam di tengah hiruk-pikuk dunia hiburan.

Acara buka puasa bersama ini dihadiri oleh sekitar 300 influencer dan selebritas. Pimpinan Eksekutif Friends of Palestine, Rayyan Abdallah, menyebut kehadiran para pesohor ini sebagai bentuk “Digital Sumud” atau konsistensi dukungan di ruang digital.

Selain menjadi ajang silaturahmi, acara ini juga berhasil mengumpulkan donasi sebesar Rp130 juta melalui sesi lelang dan sumbangan sukarela. Seluruh dana tersebut dipastikan akan disalurkan 100 persen untuk bantuan pangan dan buka puasa warga di Gaza.

“Hasil donasi insyaallah mungkin Rp130 juta. Dan hasil donasi ini semua 100% buat rakyat Palestina, rakyat Gaza, buat buka puasa di sana, InsyaAllah,” papar Rayyan.

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, Rayyan mengingatkan bahwa kondisi di lapangan masih memprihatinkan.

“Walaupun ada ceasefire, bombing dan kehancuran masih ada di sana. Rakyat Palestina masih memiliki resilience (ketangguhan) yang luar biasa,” tutur Rayyan.

Menutup pernyataannya, Bella Fawzi mengungkapkan impian terbesarnya bersama gerakan Tanah Para Nabi. Ia berharap suatu saat nanti bisa membawakan lagu tersebut secara langsung di hadapan rakyat Palestina dalam suasana damai.

“Pastinya mau banget ya. Kalau kami ada kesempatan ke sana dan langsung bertemu, insyaallah Palestina merdeka. Pengen sampai ke sana, pengen bawain langsung. Tapi selagi kita di sini, kita tetap menyuarakan lewat musik, lagu, dan media sosial,” pungkasnya./Din.

By Editor1