JAKARTA, AKURATNEWS.co — Angkatan Laut Amerika Serikat menembak dan menyita kapal kargo berbendera Iran bernama M/V Touska setelah kapal itu nekat menerobos blokade Selat Hormuz yang diberlakukan Washington. Penyitaan dilakukan usai drama 6 jam di perairan internasional Teluk Oman.
Presiden Donald Trump mengumumkan langsung lewat media sosial bahwa kapal sepanjang hampir 900 kaki itu “diberi peringatan adil untuk berhenti” namun menolak. “Awak Iran tidak mau dengar, jadi kapal perusak kami menghentikan mereka tepat di jalurnya dengan melubangi ruang mesin,” tulis Trump.
Kapal perusak rudal kelas Arleigh Burke, USS Spruance (DDG 111), mencegat Touska yang sedang berlayar dari China menuju Pelabuhan Bandar Abbas dengan kecepatan 17 knot.
AS menyebut telah memberi peringatan berulang selama enam jam bahwa kapal melanggar blokade laut yang diumumkan Trump pekan lalu. USS Spruance menembakkan meriam 5 inci ke ruang mesin Touska hingga kapal lumpuh.
Marinir AS lalu turun dari helikopter USS Tripoli (LHA 7) dan melakukan rappelling ke dek kapal untuk mengambil alih kendali.U.S. Central Command (CENTCOM) merilis video night vision yang memperlihatkan helikopter mengelilingi kapal sementara pasukan khusus turun ke tumpukan kontainer.
Trump menyebut Touska sudah masuk daftar sanksi Departemen Keuangan AS karena “riwayat aktivitas ilegal” sebelumnya. Saat ini Marinir AS menguasai penuh kapal dan tengah memeriksa muatannya.
Teheran mengecam keras aksi tersebut. Militer Iran menyebut Touska sedang dalam perjalanan dari China dan menuduh AS melakukan “perompakan bersenjata”.
“Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera merespons dan membalas perompakan bersenjata oleh militer AS ini,” kata juru bicara militer Iran lewat media pemerintah.
Penyitaan terjadi saat gencatan senjata dua pekan antara AS-Iran akan berakhir Selasa (22/4).
Iran sudah menyatakan menolak putaran kedua perundingan damai yang dijadwalkan Senin di Pakistan, dengan alasan tuntutan AS “berlebihan” dan blokade laut melanggar gencatan senjata.
Minyak WTI naik ke $89,15 per barel dan Brent ke $95,37 menyusul kekhawatiran jalur Selat Hormuz makin tidak aman.
China Angkat Suara
Beijing menyatakan keprihatinan atas “pendadakan paksa” kapal Iran dan mendesak semua pihak menahan diri agar lalu lintas Selat Hormuz kembali normal.
Blokade AS terhadap pelabuhan Iran diumumkan Trump 12 April 2026 sebagai tekanan agar Iran menyerahkan uranium yang diperkaya dan membuka penuh Selat Hormuz. Iran sebelumnya sempat menutup-menutup selat itu, jalur yang mengalirkan seperlima pasokan minyak dunia.F
Kapal USS Spruance & TouskaUSS Spruance: Kapal perusak 9.000 ton, panjang 500 kaki, awak 329 orang, dipersenjatai meriam 5 inci, Tomahawk, dan torpedo.
Sementara kapal kargo M/V Touska berbendera Iran, panjang ∼900 kaki, bobot hampir seukuran kapal induk, dalam sanksi AS sejak 2012./Ib
