JAKARTA, AKURATNEWS.co – Mahasiswa Universitas Mercu Buana (UMB) kembali mengharumkan nama kampus di kancah internasional.

Dua tim dari UMB berhasil membawa pulang penghargaan dari International Business Plan Competition (IBPC) yang digelar Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI), Selasa (19/5) di University Malaya Wales, Malaysia.

Ajang IBPC mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk adu gagasan bisnis inovatif. Penilaian juri mencakup kreativitas, keberlanjutan, kelayakan bisnis, dan dampak sosial.

Tim International Class UMB yang beranggotakan Muhammad Al Fath De Niro, Monica Tandya Bethari, dan Kendo Attariq keluar sebagai juara kategori Best EdTech Innovation lewat platform bernama PlayLoop.

PlayLoop mengusung konsep shareconomy untuk layanan sewa mainan dan perlengkapan anak. Tujuannya dua hal: meringankan beban ekonomi keluarga muda dan mengurangi limbah barang rumah tangga yang masih layak pakai.

“Ada dua masalah yang ingin kami jawab, yakni persoalan ekonomi keluarga muda dan isu lingkungan. Barang yang masih layak pakai bisa dimanfaatkan kembali sehingga lebih hemat dan mengurangi sampah,” ujar Muhammad Al Fath De Niro di Jakarta, Jumat (29/5).

Sementara itu, tim dari Program Studi Manajemen UMB yang beranggotakan Haidara Mahamadou, Nazwa Rahma Puspita, dan Muhammad Daffa Ridwansyah  meraih Best Problem-Solving Innovation melalui LivSense.

LivSense adalah platform livestock health intelligence yang membantu peternak mendeteksi risiko penyakit ternak lebih dini lewat analisis data lapangan. Inovasi ini lahir dari masalah keterlambatan penanganan penyakit ternak yang selama ini bikin peternak rugi besar.

“Kami ingin menghadirkan solusi yang lebih preventif agar risiko kerugian dan kematian ternak dapat ditekan,” kata Haidara Mahamadou, mahasiswa asal Mali ini.

Kedua tim mendapat pendampingan intensif dari dosen UMB, Ali Hanafiah, mulai dari penguatan konsep bisnis hingga persiapan presentasi di depan dewan juri internasional.

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Mercu Buana memiliki kreativitas, daya saing, dan kemampuan problem solving yang baik. Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi dan berani tampil di kompetisi internasional,” ujarnya.

UMB menyebut kemenangan ini mempertegas komitmen kampus dalam mendorong inovasi, kewirausahaan, dan penguatan kompetensi global mahasiswa melalui program dan kompetisi internasional.

Dengan dua penghargaan sekaligus di Malaysia, UMB kembali menunjukkan bahwa gagasan anak muda Indonesia bisa bersaing dan relevan menjawab masalah global. (NVR)

By editor2