JAKARTA, AKURATNEWS.co – Maskapai Associated Mission Aviation (AMA) menghentikan sementara seluruh layanan penerbangan di Papua pada 6–13 Juli 2026 menyusul tewasnya pilot Nicholas Gosselin dalam aksi penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Balingga, Kabupaten Lanny Jaya.
Direktur Utama PT AMA Bob Kayadu mengatakan keputusan tersebut diambil karena seluruh jajaran manajemen dan keluarga besar AMA masih berduka atas insiden yang menewaskan salah satu pilotnya.
“Semua aktivitas termasuk kantor sementara libur, karena ini merupakan duka terdalam bagi AMA yang sudah 67 tahun beroperasi di Papua,” kata Bob Kayadu, dikutip dari Antara, Minggu, 5 Juli.
Bob mengungkapkan, penyerangan terhadap pesawat dan awak AMA yang terjadi pada Kamis, 2 Juli, menjadi peristiwa paling kelam dalam sejarah operasional maskapai tersebut di Papua. Menurutnya, selama puluhan tahun beroperasi, pesawat AMA hanya melayani penerbangan kemanusiaan dan tidak pernah mengangkut personel TNI-Polri maupun anggota KKB.
“Penyerangan terhadap pesawat dan kru AMA di Balingga merupakan duka yang terdalam. Ini baru pertama kali terjadi mengingat pesawat AMA tidak pernah menerbangkan personel TNI-Polri termasuk KKB,” ujarnya.
Ia menegaskan, kehilangan yang dialami AMA kali ini bukan disebabkan kecelakaan penerbangan, melainkan aksi kekerasan yang merenggut nyawa pilot Nicholas Gosselin.
“Mudah-mudahan tidak ada lagi pilot yang ditembak dan pesawatnya dibakar,” ucap Bob.
Jenazah Nicholas Gosselin telah diterbangkan ke Jakarta pada Jumat, 3 Juli. Selanjutnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat akan mengurus proses pemulangan jenazah ke negara asalnya.
Saat ini, AMA mengoperasikan tujuh armada yang terdiri atas pesawat Pilatus Porter dan Cessna Caravan dengan didukung 16 orang pilot. Penghentian sementara operasional dilakukan sebagai bentuk penghormatan atas wafatnya Nicholas sekaligus memberikan waktu bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi pascainsiden./Ib. Foto: Istimewa.
