JAKARTA, AKURATNEWS.co – Kementerian Kebudayaan dan Danantara menyiapkan tiga aset BUMN di Jakarta, Bandung, dan Semarang untuk diubah menjadi museum film, musik, dan fotografi. Seluruh proyek akan memakai bangunan lama, tanpa mendirikan gedung baru.

Rencana itu dibahas dalam diskusi bersama PT Jasa Raharja dan PT Asuransi Jiwasraya di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Senin, 13 Juli.

Museum Film akan menempati bekas Gedung Asuransi Jasa Raharja di kawasan Kota Tua Jakarta. Museum Musik direncanakan berada di bekas gedung Jiwasraya di Jalan Asia Afrika, Bandung. Sementara Museum Fotografi akan dibangun di kawasan Kota Lama Semarang.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan Indonesia memiliki 516 museum, tetapi belum mempunyai museum khusus film, musik, dan fotografi.

“Karena itu, kita ingin menghadirkan museum tematik yang tidak hanya menyimpan koleksi, tetapi juga menjadi ruang budaya dan ruang edukasi yang hidup,” kata Fadli.

Museum Film akan memuat perjalanan perfilman Indonesia, mulai dari peralatan produksi, arsip, hingga perkembangan teknologi. Konsepnya mengacu pada sejumlah museum film di dunia, antara lain Eye Filmmuseum di Amsterdam dan museum film di Mumbai.

Museum Musik akan mengangkat sejarah musik Indonesia serta peran Bandung sebagai kota yang melahirkan banyak musisi lintas genre. Fasilitasnya dirancang mencakup pameran tetap, pameran temporer, ruang interaktif untuk mencoba alat musik, dan ruang pertunjukan.

Museum Fotografi di Semarang akan menampilkan sejarah fotografi Indonesia sejak berdirinya studio foto pertama di Batavia hingga perkembangannya saat ini. Museum itu juga akan memuat sejarah Semarang dan Jawa Tengah.

Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo mengatakan ketiga museum dirancang sebagai ruang budaya yang edukatif, interaktif, dan relevan bagi masyarakat.

Senior Director Strategy and Transformation Danantara, Rezki M. Djohan, menyatakan siap mendukung proses alih fungsi aset. Menurut Rezki, revitalisasi bangunan bersejarah dapat menambah nilai aset negara sekaligus memperkuat daya tarik wisata.

Musisi Dwiki Darmawan juga mendukung rencana tersebut. Ia menilai museum tematik dibutuhkan untuk menjaga arsip, rekaman, dan jejak perkembangan seni Indonesia.

Fadli menegaskan pemerintah tidak akan membangun gedung baru untuk proyek tersebut.

“Tidak ada pembuatan bangunan baru. Kita memanfaatkan aset bangunan yang sudah ada,” ujarnya./Teg. Foto:Istimewa.

By Editor1