Politikus Keturunan Indonesia Alvin Tedjo Terpilih Menjadi Wali Kota Mississauga, Kanada
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Politisi keturunan Indonesia-Tionghoa, Alvin Tedjo memenangkan kontestasi pemilihan wali kota Mississauga, Kanada, setelah mengungguli petahana Carolyn Parrish dan mantan wali kota Bonnie Crombie.
Berdasarkan hasil tidak resmi yang dilaporkan pemerintah kota pada Senin, 26 Oktober 2026, Tedjo memperoleh suara terbanyak dalam persaingan yang menyoroti tuntutan perubahan kepemimpinan di pemerintahan kota.
Dilansir dari Medcom, Selasa, 27 Oktober 2026, Tedjo mengumpulkan 74.479 suara hingga pembaruan hasil pukul 23.30 waktu setempat. Parrish meraih 51.853 suara, sedangkan Crombie memperoleh 43.191 suara. Hampir seluruh tempat pemungutan suara telah melaporkan hasil ketika angka tersebut diumumkan.
Dalam pidato kemenangannya, Tedjo menyebut hasil pemilihan sebagai penegasan keinginan masyarakat untuk mengubah arah kepemimpinan di balai kota.
“Hari ini, Kota Mississauga telah membuat pilihan yang jelas dan bersejarah untuk menuntut perubahan di balai kota,” ujar Tedjo.
Kemenangan tersebut diraih setelah Tedjo menjalani kampanye selama beberapa pekan. Anggota dewan kota yang baru menjalani satu periode itu sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai wali kota dalam pemilihan sela pada 2024.
Pada pemilihan 2024, Tedjo menempati posisi kedua dengan 25 persen suara, sementara Parrish memperoleh 31 persen. Dalam pemilihan terbaru, Tedjo berhasil mengungguli Parrish dan Crombie, dua tokoh yang pernah memimpin Mississauga.
Hasil pemilihan juga berbeda dari jajak pendapat Liaison Strategies pada 22 Oktober 2026. Survei tersebut mencatat dukungan terhadap Tedjo sebesar 31 persen, menempatkannya tepat di belakang Crombie.
Selama menjadi anggota dewan kota, Tedjo terlibat dalam sejumlah komite dan menjadi bagian dari Dewan Wilayah Peel atau Region of Peel Council.
Parrish mengakui kekalahannya di hadapan para pendukung setelah hasil penghitungan mulai menunjukkan keunggulan Tedjo. Ia menilai telah menjalankan tugas dengan baik meskipun masa kepemimpinannya berlangsung dalam situasi yang tidak biasa.
“Saya sangat yakin bahwa selama dua setengah tahun masa jabatan saya, atau berapa pun lamanya saya telah bekerja dengan sangat baik,” ujar Parrish.
Parrish menggambarkan periode kepemimpinannya sebagai masa yang penuh tantangan dan berbeda dari situasi pemerintahan biasa.
“Ini bukan pemilihan yang biasa. Kita juga tidak menjalani dua setengah tahun yang biasa. Kita hidup di masa-masa yang sulit,” tutur Parrish.
Ia juga menilai tim kampanyenya seharusnya dapat menyampaikan pesan secara lebih sederhana. Parrish mengungkapkan bahwa dirinya telah memperkirakan hasil tersebut sejak satu atau dua hari sebelumnya dan merasa tenang setelah hasil pemilihan terlihat.
Meski tidak lagi mempertahankan jabatan wali kota, Parrish menyatakan kesediaannya memberikan saran kepada Tedjo mengenai tugas memimpin Mississauga.
“(Tedjo) akan menghadapi tugas yang berat ke depannya, dan ia bisa menelepon saya kapan saja; saya akan memberitahunya apa yang sebaiknya tidak dilakukan,” kata Parrish./Ib. Foto: Dok IG Alvin Tedjo.
