Dari Unggas Sampai Traktor Canggih, Semua Ada di NLP dan INDOGRITECH Expo 2026

0
IMG-20261027-WA0019

JAKARTA, AKURATNEWS.co – Buat Anda yang konsern di industri peternakan, perunggasan, sampai pertanian, tanggal ini: 4–7 November 2026 di Hall 5, ICE BSD City akan ada dua event besar yakni Nusantara Livestock & Poultry (NLP) Expo 2026 dan INDOGRITECH Expo 2026 yang bakal digelar barengan.

Event yang digarap PT Debindo Global Expo ini akan jadi one-stop solution. Bukan cuma pameran alat, tapi tempat ketemu teknologi terbaru, cari partner bisnis, sampai ngobrolin masa depan ketahanan pangan Indonesia.

Jelang hari-H, PT Debindo Global Expo menggelar press conference pada Selasa, (27/10) di Sekretariat HKTI, Gedung Arsip Kementerian Pertanian.

Di sini para pemain kunci industri kumpul bareng. Ada asosiasi, ada pelaku usaha, semua spill gimana kondisi industri sekarang dan kenapa pameran ini penting banget.

“Memasuki tahun kedua penyelenggaraan, NLP Expo dan INDOGRITECH Expo terus berupaya menyelaraskan tujuan pameran dengan upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan serta mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Rafidi Iqra Muhamad, Direktur PT Debindo Global Expo.

Lalu, ada apa sja di NLP Expo 2026? Kalau kamu dari dunia peternakan dan perunggasan, ini surganya. Semua ada, mulai dari sarana produksi peternakan & kandang modern, mesin dan peralatan pemeliharaan ternak, teknologi pengolahan dan penanganan telur, pakan, nutrisi, obat hewan, dan vaksin serta sektor akuakultur dan perikanan.

Brand-brand yang udah confirm hadir sendiri adalah NusaQu, Bauer, Elo Karsa Utama, Syariftech, dan RSN.

Lalu, apa saja yang akan disuguhkan INDOGRITECH Expo 2026? Disini, hiliran sektor pertanian yang unjuk gigi seperti
benih & tanaman pangan, hortikultura, florikultura, pupuk, bahan kimia pertanian, traktor dan alsintan (alat mesin pertanian), teknologi pertanian, penanganan pascapanen dan penyimpanan, energi terbarukan untuk pertanian dan pengelolaan limbah

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU), drh. Asrokh Nawawi menyorot pentingnya data akurat:

‘Penguatan industri perunggasan perlu didukung data yang akurat untuk menyelaraskan produksi dengan kebutuhan pasar. Selain itu, pemerataan sentra pembibitan, produksi, dan pengolahan di berbagai wilayah serta sinergi antar pelaku industri menjadi kunci dalam membangun rantai pasok yang lebih efisien dan berkelanjutan,” ucapnya.

Sedangkan Wakil Ketua Umum Peternakan DPN HKTI, Dr. drh. Cecep Mohammad Wahyudin, S.H., M.H menyebut, ketahanan pangan itu soal distribusi:

“Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada kekuatan produksi, tetapi juga pada bagaimana hasil produksi dapat disalurkan secara aman, merata, dan efisien hingga ke konsumen. Karena itu, penguatan rantai pasok dari hulu ke hilir, termasuk melalui fasilitas penyimpanan berpendingin dan sistem distribusi yang lebih baik, menjadi penting,” ujarnya.

Dari Pelaku Usaha , NusaQu & RMA Indonesia lewat Direktur NusaQu, Nanang Sugiarto mengatakan pihaknya bakal membawa konsep keren bernama NusaFarm, sebuah field experience di dalam pameran.

Pengunjung bisa melhat langsung ekosistem peternakan, cara kasih pakan otomatis, sampai monitoring ternak pakai teknologi.

“Kami berharap kehadiran NusaQu di NusaFarm dapat memberikan gambaran yang lebih nyata mengenai perkembangan dan potensi industri peternakan,” ujarnya.

Sementara dari sektor pertanian, Presiden Direktur RMA Indonesia, Toto Suharto lewat Mahindra Farm Equipment bakal memamerkan solusi mekanisasi:

“Peningkatan mekanisasi menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong produktivitas pertanian Indonesia… Kami berharap teknologi ini dapat semakin dekat dengan kebutuhan petani serta berkontribusi dalam menjaga ketahanan dan mewujudkan swasembada pangan nasional,” ujarnya.

Pamungkas NLP Expo dan INDOGRITECH Expo 2026 ini digadang-gadang akan menjadi jembatan buat ngumpulin petani, peternak, pengusaha, asosiasi, dan penyedia teknologi dalam satu atap. (NVR)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *