Mercedez-Benz Lakukan Recall 192 Unit S-Class dan Maybach, Ini Penyebabnya!
JAKARTA, AKURATNEWS.co – Mercedes-Benz melakukan penarikan kembali atau recall terhadap 192 unit S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class. Penarikan tersebut dilakukan di seluruh Australia karena selang rem depan berpotensi mengalami kerusakan yang dapat memicu kebocoran minyak rem dan menurunkan kemampuan pengereman kendaraan.
Mengutip Drive, Sabtu (7/11/2026) waktu setempat, masalah tersebut berkaitan dengan cacat produksi yang memungkinkan selang rem pada poros depan mengalami kerusakan seiring waktu.
Kondisi itu berpotensi menyebabkan minyak rem keluar dari sistem hidraulis sehingga kemampuan pengereman kendaraan menurun. Gangguan tersebut dapat meningkatkan risiko kecelakaan yang berakibat pada cedera serius hingga kematian, baik bagi penumpang maupun pengguna jalan lainnya.
Penarikan mencakup Mercedes-Benz S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class dengan tahun produksi 2022 hingga 2024. Otoritas Australia mencatat jumlah kendaraan yang masuk dalam program recall tersebut mencapai 192 unit.
Kampanye penarikan ini terdaftar dengan nomor REC-006757 dan kode kampanye RC5239. Pemberitahuan resmi mengenai masalah keselamatan tersebut diterbitkan pada 30 Oktober 2026.
Mercedes-Benz Australia/Pacific meminta pemilik kendaraan yang terdampak untuk menghubungi jaringan diler resmi terdekat guna menjadwalkan pemeriksaan dan perbaikan.
Pengerjaan perbaikan terhadap komponen yang bermasalah tersebut dilakukan tanpa dikenakan biaya kepada pemilik kendaraan. Pemilik juga dapat memastikan apakah mobilnya masuk dalam daftar penarikan dengan mencocokkan nomor identifikasi kendaraan atau vehicle identification number (VIN) dengan daftar yang diterbitkan otoritas Australia.
Masalah pada selang rem menjadi perhatian penting karena komponen tersebut berperan menyalurkan tekanan hidraulis dari sistem pengereman menuju roda. Apabila terjadi kebocoran minyak rem, tekanan yang dibutuhkan untuk memperlambat hingga menghentikan kendaraan dapat berkurang.
Penurunan kinerja pengereman juga berpotensi memengaruhi jarak berhenti kendaraan. Risiko tersebut semakin perlu diperhatikan ketika pengemudi harus melakukan pengereman mendadak, terutama dalam kondisi lalu lintas padat atau saat kendaraan melaju pada kecepatan tinggi.
Karena berkaitan langsung dengan keselamatan berkendara, pemilik kendaraan yang masuk dalam daftar recall disarankan mengikuti instruksi pemeriksaan dan perbaikan dari pihak Mercedes-Benz.
Kampanye penarikan kembali ini menjadi bagian dari upaya pencegahan risiko keselamatan akibat potensi kegagalan komponen kendaraan. Sistem pengereman merupakan salah satu komponen penting yang berpengaruh langsung terhadap kemampuan pengemudi mengendalikan laju mobil.
Program penarikan 192 unit Mercedes-Benz S-Class dan Mercedes-Maybach S-Class tersebut berlaku di Australia berdasarkan pemberitahuan otoritas setempat. Informasi dalam laporan ini belum menyebutkan adanya penarikan unit di Indonesia.
Pemilik kendaraan Mercedes-Benz di Indonesia perlu merujuk pada informasi resmi dari Mercedes-Benz Indonesia apabila ingin memastikan apakah kendaraan mereka termasuk dalam program penarikan yang sama./Ib.
