JAKARTA, AKURATNEWS.co – Angkutan kereta api ternyata masih menjadi favorit para pmudik pada lebaran tahun ini. Hal itu dibuktikan bahwa animo masyarakat untuk mudik menggunakan kereta api menjelang periode angkutan Lebaran 2026 terus meningkat.
PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat hingga awal Maret 2026 sebanyak 600.383 tiket kereta api jarak jauh telah terjual untuk keberangkatan dari Jakarta, yakni Stasiun Pasar Senen dan Stasiun Gambir pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.
Dari jumlah tersebut, kereta api kelas ekonomi menjadi pilihan utama masyarakat dengan total penjualan mencapai 378.324 tiket. Sementara itu, tiket kelas eksekutif tercatat sebanyak 211.566.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, kereta api ekonomi masih menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat, khususnya bagi penumpang yang melakukan perjalanan jarak jauh dengan biaya yang lebih efisien.
“Kereta api ekonomi masih menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan tarif yang terjangkau dengan tingkat keamanan dan kenyamanan perjalanan yang terus dijaga. Moda transportasi ini tidak hanya memudahkan mobilitas masyarakat, tetapi juga turut mendorong pergerakan ekonomi antar daerah,” ujar Franoto dalam keterangan resminya.
KAI juga mencatat tingginya tingkat keterisian kursi pada kereta api ekonomi bersubsidi atau public service obligation (PSO). Hingga saat ini, tingkat okupansi kereta ekonomi PSO mencapai 93%, dengan 74.055 tiket telah terjual.
Beberapa kereta api ekonomi PSO yang menjadi favorit masyarakat dan berangkat dari Stasiun Pasar Senen antara lain KA Bengawan dengan tarif sekitar Rp 74.000, KA Airlangga sekitar Rp 104.000, KA Serayu sekitar Rp 67.000, serta KA Cikuray dengan tarif sekitar Rp 45.000.
Menurut Franoto, tarif murah pada kereta ekonomi PSO salah satu bentuk dukungan pemerintah melalui skema subsidi agar masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan dengan biaya yang tak mencekik.
“Program PSO yang diberikan pemerintah merupakan bentuk keberpihakan pada transportasi publik yang terjangkau bagi masyarakat. Dengan tarif yang relatif murah, masyarakat tetap dapat melakukan perjalanan jauh secara aman dan nyaman menggunakan kereta api,” jelasnya.
Meski tingkat pemesanan cukup tinggi, masyarakat masih memiliki kesempatan mendapatkan tiket kereta ekonomi bersubsidi. KAI mencatat masih tersedia sekitar 7.000 kursi untuk periode keberangkatan 23 Maret hingga 1 April 2026.
Selain kereta ekonomi bersubsidi, minat terhadap kereta api ekonomi komersial juga terbilang tinggi. Hingga awal Maret 2026, sebanyak 304.269 tiket telah dipesan dengan tingkat okupansi sekitar 67% dari total kapasitas yang tersedia.
Angka tersebut diperkirakan masih akan terus meningkat, terutama dengan adanya program stimulus ekonomi dari pemerintah berupa potongan tarif hingga 30% untuk kereta api ekonomi komersial.
Program diskon ini berlaku untuk periode keberangkatan 14 Maret hingga 29 Maret 2026, sehingga membuat tarif perjalanan semakin terjangkau bagi masyarakat yang berencana bepergian menjelang Lebaran. Untuk periode diskon, KAI masih menyediakan sekitar 85.726 kursi yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Adapun sejumlah kereta api yang paling diminati untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen di antaranya KA Bengawan, KA Airlangga, KA Serayu, KA Kertajaya, KA Jayakarta, dan KA Progo./Agn. Foto: Istimewa.
