JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Ngobrol Bareng Legislator dengan mengusung tema: “Pemanfaatan Digital Bagi Pertanian”. Seminar diselenggarakan pada hari Sabtu, 27 Mei 2023 melalui platform zoom meeting.

Dalam seminar Ngobrol Bareng Legislator ini, terdapat empat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak Sugiono yang saat ini menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI serta mengundang Ir. Nandra Dwaputra (Ketua Bidang Inovasi Teknologi Pertanian DPN HKTI ) dan R.S. Suroyo, Jr, Sp, M.SI (Ketua Bidang pemuda DPN HKTI).

Seminar Ngobrol Bareng Legislator ini merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.

Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.

Baca artikel lainnya: “Entrepreneur Go Digital!” Diangkat jadi Tema Webinar Kemenkominfo dan DPR RI

Sesi pemaparan diawali oleh pengantar serta pembukaan yang disampaikan oleh Bapak Sugiyono (Anggota Komisi I DPR RI). Dalam paparan pertamanya beliau menjelaskan bahwa,

“Seiring dengan pesatnya kemajuan technologi di era refolusi imdustri 4.0 dimasa ini,kita dihadapkan pada sebuah fenomena dimana kehadiran koneksi internet merupakan sebuah kebutuhan yang tidak bisa di pisahkan dari kehidupan kita sehari hari terutama sebagian besar masyarakat Indonesia. Interaksi di dunia maya melalui platform-platform disadari atau tidak mempengaruhi pola pikir serta perilaku pergaulan dari manusia yang lain,” kata Sugiono.

 Paparan selanjutnya adalah sambutan oleh Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan bahwa,

“Sebagaimana yang telah diketahui bersama, dampak pandemi dan pesatnya teknologi telah mengubah cara kita beraktivitas dan bekerja. Kehadiran teknologi sebagai bagian dari kehidupan masyarakat inilah yang semakin mempertegaskan kita sedang menghadapi era disubsi teknologi. Untuk mengahadapi hal tersebut, kita semua harus mempercepat kerjasama kita dalam mewujudkan agenda trasnformasi digital Indonesia,” papar Semuel.

Pemaparan yang ketiga disampaikan oleh Bapak Joko Sunaryo SH. MH (Sekertaris DPC Gerindra Kota Semarang). Dalam paparannya beliau menjelaskan bahwa,

“Pentingnya berhati hati dalam menyebarkan atau membagikan data pribadi kepada siapapun,bahwa tahun ke tahun sengaja atau tidak di sengaja masyarakat menyebarkan data pribadinya kepada pihak lain seperti perbandan dan lain lain,beliau memberikan contoh nama,alamat bahakan pada aplikasi aplikasi tertentu,beliau menghimbau kepada masyarakat agar lebih selektif dan memastikan lagi sebelum memasukkan data pribadi,beliau juga membahas tentang Undang-Undang perlindungan data pribadi bahwa UU no 27 Tahun 2022 telah sah sebagai Undang-Undang,” papar Joko Sunaryo.

Baca artikel lainnya: Hadiri Harlah Muslimat NU ke 77 di Temanggung, Khofifah Apresiasi Peran PC Muslimat NU

Pemaparan terakhir, Bapak Dr. Zulkifli, S.Pt., M.M (CEO & Founder Zuliya Consulting). Dalam paparannya beliau memaparkan bahwa,

“Sistem pembangunan secara digital itu sangat penting,beliau juga menghimbau masyarakat untuk mengembangkan pengetahuan terhadap dunia digital serta membangun infrastruktur digital melalui security siber,karena masyarakat indonesia suka akan hal baru itu bisa memicu kebocoran data,lalu beliau juga memaparkan dampak digitalisasi digital di negara-negara yang belum siap akan berdampak ke arah yang negativ,sehingga sangat diperlukan edukasi-edukasi terhadap masyarakat tertang pentingnya penguatan pengetahuan akan dunia digital agar masyarakat paham dan mampu untuk menyambut era digital 5.0,” papar Sulkifli./Ib

 

By Editor1