JAKARTA, AKURATNEWS.co – Mengkonsumsi sayuran mentah sebagai lalapansudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia. Selain rasanya yang alami, banyak juga orang percaya bahwa mengonsumsi sayuran mentah merupakan simbol pola makan sehat.

Namun, menurut Hindustan Times (India), risiko kesehatan dari mengonsumsi sayuran mentah mungkin lebih besar daripada manfaatnya untuk sayuran tertentu.

Dr. Shubham Vatsya, seorang ahli gastroenterologi dan hepatologi di Rumah Sakit Umum ISIC (India), telah mengidentifikasi tiga jenis sayuran yang sebaiknya tidak dimakan mentah dan menjelaskan risiko kesehatan yang terkait.

Berikut Jenis Sayuran yang Sebaiknya Jangan Dikonsumsi Mentah

  1. Bayam

Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang paling populer dan dapat diolah menjadi berbagai macam hidangan, tetapi menurut Dokter Vatsya, bayam sebaiknya tidak dimakan mentah.

Selain risiko infeksi bakteri, bayam mentah juga mengandung senyawa alami tertentu yang mungkin tidak cocok untuk sebagian orang jika dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan.

“Bayam mentah dapat mengandung bakteri seperti E. coli dan telur cacing pita yang menempel pada daunnya. Patogen ini dapat tetap ada bahkan setelah dicuci, sehingga mudah menyebabkan sakit perut, diare, dan infeksi saluran pencernaan yang serius jika dikonsumsi. Selain itu, bayam mentah mengandung oksalat – zat yang meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal,” kata Dr. Vatsya.

2. Kubis

Kubis mentah adalah bahan umum dalam banyak salad, tetapi menurut Dokter Vatsya, sayuran ini juga menimbulkan risiko signifikan jika dimakan mentah.

Permukaan daun kubis dapat mengandung kontaminan atau parasit jika tidak dibersihkan dan diproses dengan benar. Secara khusus, daun kubis dapat membawa telur cacing pita.

Dokter menjelaskan: “Kubis dapat mengandung telur cacing pita. Setelah masuk ke dalam tubuh, telur-telur tersebut dapat memasuki aliran darah, menetas menjadi larva, dan bahkan menyebar ke otak. Hal ini dapat menyebabkan kondisi serius seperti neurocysticercosis.”

3. Terung

Terong mengandung solanin, senyawa beracun alami yang diproduksi tanaman untuk melindungi diri dari hama dan penyakit.

Menurut Dokter Vatsya, meskipun solanin bermanfaat bagi tanaman, zat ini tidak bermanfaat bagi kesehatan manusia jika dikonsumsi dalam bentuk mentah.

“Terong mengandung solanin, yang dapat menyebabkan mual dan masalah pencernaan jika dikonsumsi. Memasak dapat mengurangi efektivitas zat ini, jadi terong sebaiknya tidak dimakan mentah,” kata Dr. Vatsya.

Makanan tersebut harus dimasak hingga matang sebelum dimakan.

Dr. Vatsya menyarankan agar ketiga sayuran ini dikonsumsi setelah dimasak atau dikukus. Memasak membantu membunuh bakteri dan membuat makanan lebih mudah dicerna.

Dr. Vatsya juga menekankan bahwa persiapan makanan yang tepat tidak hanya membantu mengurangi risiko infeksi bakteri dan parasit, tetapi juga mendukung penyerapan dan pencernaan makanan yang efisien oleh tubuh./Ib. Sumber: Vietnam.Vn.

By Editor1