BEKASI, AKURATNEWS.co – Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan personel elit Basarnas Special Group (BSG) untuk menangani insiden tabrakan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isroedin mengonfirmasi tim khusus tersebut sudah menuju lokasi.

“Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi,” kata Noer.

Ia memastikan tim SAR yang dikerahkan merupakan personel terlatih dengan kualifikasi khusus ekstraksi kecelakaan transportasi darat. Tim juga dibekali peralatan lengkap untuk mengevakuasi korban yang masih terhimpit badan kereta.

Korban meninggal dan luka-luka sendiri telah dilarikan menggunakan sejumlah ambulans yang siap siaga di stasiun Bekasi Timur ke RSUD Kota Bekasi, RS Primaya Hospital Bekasi Timur, RS Mitra Plumbon Cibitung dan RSU Bella Bekasi.

Polisi juga telah mendirikan posko crisis center di lokasi untuk mempercepat penanganan dan pendataan korban.

Sementara itu, pada fase awal, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) juga telah mengirim Tim Rumah Sehat BAZNAS yang terdiri dari satu dokter dengan dua armada ambulans untuk membantu evakuasi medis.

Tabrakan terjadi pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur dimana KRL PLB 5568A relasi Cikarang dihantam KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi.

Proses evakuasi masih berlangsung hingga malam ini. Aliran Listrik Aliran Atas (LAA) lintas Cibitung–Bekasi Timur dinonaktifkan sementara untuk pengamanan.

Hingga berita ini diturunkan, empat orang penumpang KRL meninggal dunia dan 39 orang luka-luka.

PT KAI Daop 1 Jakarta pun menyebut penyebab insiden ini masih terus diselidiki. (NVR)

By editor2