JAKARTA, AKURATNEWS.co – Tak lama lagi, film ‘EVA Pendakian Terakhir’ segera tayang di bioskop Indonesia pada 16 Januari 2025.

Mengusung genre horor dengan sentuhan budaya, film ini menjadi sajian yang menarik karena latar belakang ceritanya terinspirasi dari kisah nyata di Makassar, Sulawesi Selatan.

Namun uniknya, walau terinspirasi dari kisah dan budaya di Makassar, film ini justru menggunakan elemen budaya Jawa sebagai simbolisme dalam narasinya.

Disutradarai Dedy Mercy, film ini menampilkan Bulan Sutena dan Kiesha Alvaro sebagai pemeran utama.

Film yang merupakan kolaborasi rumah produksi Citra Visual Sinema (CVS) dan Titah Entertainment ini menceritakan perjalanan Pasha (Kiesha Alvaro) yang mengajak kekasihnya, Eva (Bulan Sutena), bersama tiga temannya, Nisa (Ashira Zamita), Vicky (Ilham Aji Santoso), dan Joni (Axel Matthew Thomas) mendaki sebuah gunung.

Namun, perjalanan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika salah satu dari mereka melanggar pantangan adat setempat.

“Film ini bukan hanya tentang horor, tetapi juga mengingatkan pentingnya menghormati budaya dan alam,” ujar Anwar Mattawape, Eksekutif Produser film ini di Jakarta, Rabu (8/1).

Keadaan semakin mencekam saat mereka menghadapi berbagai gangguan mistis, mulai dari kesurupan, hingga hilangnya Eva secara ghaib. Tentri (Hanna Kinasih), seorang penjaga gunung, menjadi kunci yang mengungkap misteri di balik kejadian mengerikan tersebut.

Anwar menjelaskan bahwa film ini tidak hanya menyajikan ketegangan, tetapi juga sarat dengan pesan moral.

“Pantangan seperti tidak mendaki saat haid atau larangan kencing sembarangan ada alasannya. Semua itu demi menjaga ekosistem dan menghindari bahaya,” jelasnya.

Budaya Jawa yang ditampilkan, berbagai ritual dan kepercayaan lokal menjadi elemen penting yang memperkuat suasana mistis film ini. Hal ini menjadi perpaduan unik dengan latar cerita yang terinspirasi dari tradisi Makassar.

Untuk meramaikan penayangan perdana, di Makassar, tim produksi akan mengadakan talk show dan nonton bareng (nobar) yang dihadiri pendaki, aktivis lingkungan, dan influencer.

Acara ini bertujuan mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan dan menghormati budaya lokal.

“Kami ingin film ini menjadi medium edukasi, terutama untuk anak muda yang gemar berpetualang,” tambah Anwar.

Dengan kombinasi budaya Makassar dan Jawa, ‘EVA Pendakian Terakhir’ menawarkan perspektif baru dalam film horor lokal. Sentuhan tradisi Jawa memberikan lapisan cerita yang mendalam dan menarik, menjadikan film ini salah satu yang paling dinantikan di awal 2025.

Film ini diharapkan tidak hanya menghibur, tetapi juga menyadarkan masyarakat akan pentingnya harmonisasi antara manusia, budaya, dan alam.

Jangan lewatkan ‘pendakian’ mistis ‘EVA Pendakian Terakhir’ di bioskop favorit Anda! (NVR)

By Editor1