JAKARTA, AKURATNEWS.co – Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy terus berupaya menggaet tokoh dari luar partainya untuk menjadi ketua umum PPP. Hal tersebut mendapat sorotan dari Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PPP, Rusli Effendi.
Rusli menegaskan banyak tokoh dari internal PPP yang mumpuni dan pantas memimpin partai berlambang Ka’bah itu, sehingga tak perlu harus mencari sosok dari luar.
“Saya pastikan sebagai kader yang bergerak dari bawah, calon dari internal PPP masih mumpuni dan pantas, tentunya tidak kalah dengan tokoh-tokoh eksternal,” kata Rusli dikutip dari Antara, Jumat (30/5/2025).
Hal itu disampaikan Rusli merespons sikap Romahurmuziy yang kini Ketua Majelis Pertimbangan PPP yang terus membujuk sejumlah tokoh dari luar partai untuk maju sebagai ketua umum PPP.
Beberapa di antaranya, adalah Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, mantan KSAD Dudung Abdurrahman, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) hingga Anies Baswedan yang disebut-sebut juga masuk burca calon ketum PPP.
Rusli menilai langkah pria yang biaa disapa Rommy ini tidak etis.
“Sangat tidak etis, seperti mengeksploitasi partai, dan seolah-olah ini merupakan barang dagangan,” ujar Rusli.
Ia mengatakan, PPP tetap terbuka jika pihak luar ingin bergabung menjadi kader, tetapi ada mekanisme yang harus diikuti. Ia akan menyambut baik apabila ada tokoh bergabung bersama PPP.
“Tetapi, tentu semua ada mekanismenya, kalau di PPP ada AD/ART. Saya rasa tidak hanya PPP yang memiliki mekanisme, tetapi partai lain atau di setiap organisasi mana pun punya,” kata Rusli.
Diketahui, PPP akan menggelar Muktamar ke-10 pada September 2025. Salah satu agendanya, adalah memilih ketua umum periode 2025-2030.
Sejumlah tokoh masuk dalam radar bakal calon ketua umum PPP terutama dari kalangan internal partai, di antaranya mantan Menparekraf Sandiaga Uno, Sekjen PPP Arwani Thomafi, dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, hingga Waketum PPP Rusli Effendi./Teg. Foto: Istimewa.
