JAKARTA, AKURATNEWS.co – Angin segar berembus kencang bagi industri kreatif Indonesia. Gerakan kolaborasi lintas negara yang diinisiasi oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Salah satu dukungan paling vokal datang dari produser musik sekaligus pengusaha muda, Debby Lufiasita.
Pemilik Nueve Records ini menilai langkah Wamen Ekraf Irene Umar adalah “kunci jawaban” yang selama ini ditunggu oleh para pelaku industri kreatif untuk menembus pasar internasional secara lebih sistematis dan masif.
Bagi Debby Lufiasita, kolaborasi lintas negara bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak di tahun 2026. Ia melihat visi Bu Wamen Irene Umar sejalan dengan semangat yang ia bangun di label rekamannya, yaitu membawa talenta lokal untuk bisa bersaing dan bersinergi dengan musisi mancanegara.
“Apa yang digelorakan Bu Wamen Irene adalah langkah strategis yang luar biasa. Sudah saatnya kita tidak hanya jago kandang. Kolaborasi lintas negara akan membuka akses teknologi, distribusi, dan tentunya pertukaran budaya yang membuat musik Indonesia semakin kaya,” ujar pemilik akun Instagram @lufiasita dengan penuh antusias.
Sebagai pimpinan PT Ulasan Pena Indonesia,Lufiasita menyatakan kesiapannya untuk menyinkronkan program-program kreatifnya dengan visi pemerintah. Ia percaya bahwa dukungan regulasi dari Kemenparekraf/Baparekraf akan memberikan rasa aman dan kepercayaan diri lebih bagi musisi lokal saat bekerja sama dengan mitra luar negeri.
“Kami di industri butuh ‘payung’ seperti ini. Dengan adanya gerakan dari Bu Irene, jembatan menuju pasar global jadi lebih kokoh. Saya pribadi sangat mendukung dan siap melibatkan talenta-talenta di bawah Nueve Records untuk ambil bagian dalam program kolaborasi internasional ini,” tambahnya.
Debby Lufiasita juga menyoroti bahwa kolaborasi lintas negara akan mempercepat lahirnya era “Indonesia Wave”. Menurutnya, kualitas produksi musik Indonesia saat ini sudah sangat kompetitif, hanya tinggal membutuhkan momentum dan relasi global yang lebih luas.
“Saya melihat optimisme besar di mata rekan-rekan musisi. Gerakan Bu Wamen Irene ini adalah bahan bakar bagi kami. Harapannya, lewat kolaborasi ini, wajah kreatif Indonesia di mata dunia bukan lagi sekadar penonton, tapi pemain utama,” tegas perempuan kelahiran Karawang 9 Oktober 1992 ini.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Debby Lufiasita mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menjajaki komunikasi dengan beberapa produser dari negara tetangga untuk proyek kolaborasi mendatang. Ia ingin membuktikan bahwa sinergi antara kebijakan pemerintah dan pergerakan independen bisa menghasilkan karya yang fenomenal.
“Ini adalah momentum emas. Mari kita manfaatkan dukungan pemerintah ini untuk membuktikan bahwa karya anak bangsa punya kelas dunia,” pungkasnya./Eds.
