PADANG, AKURATNEWS – Kedatangan capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Padang, Sumatera Barat (Sumbar) disambut hangat ratusan massa.
“Anies Presiden! Anies Presiden! Hidup Pak Anies!” teriak warga yang menyesaki pintu kedatangan Bandara Internasional Minangkabau, Sabtu (5/8).
Tak hanya itu, perwakilan tiga partai Koalisi Perubahan untuk Persatuan yakni Waketum Partai Nasdem Ahmad Ali, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar Mulyadi, dan politisi Partai Keadilan Sejahtera sekaligus Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah ikut menyambut Anies.
Ratusan simpatisan partai dan relawan berbagai simpul relawan se-Sumbar, serta masyarakat umum lainnya pun berebutan bersalaman dan berfoto. Mereka juga menyerbu ke kendaraan yang ditumpangi Anies.
“Pak Anies Presiden. Pak Anies Presiden,” teriak rombongan ibu-ibu yang tergabung dalam simpul relawan Satu Indonesia For Anies (SIFA).
Anies mengunjungi Sumatera Barat dalam rangka mengikuti kegiatan Partai Nasdem, PKS dan juga menemui relawannya. Ia juga dijadwalkan menyapa warga Sumbar di Padang pada Minggu (6/8).
Elektabilitas Anies di Sumbar memang cukup kuat. Hasil survey yang dilakukan lembaga survey Indikator Politik Indonesia mencatat, Anies masih unggul dibandingkan capres PDIP, Ganjar Pranowo di Sumbar.
“Pada simulasi tiga nama, Prabowo 48 persen, Anies 39,5 persen, Ganjar 6,2 persen dan belum menjawab 6,2 persen,” kata peneliti utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi dalam rilis survey virtual bertajuk ‘Peta Elektoral Partai dan Calon Presiden di Sumatera Barat’, Kamis (3/8).
Ia membandingkan dengan hasil surveiy yang sama pada Januari 2023. Anies, sejatinya unggul dengan perolehan 49,6 persen dibandingkan Prabowo yang mendapat 33,9 persen. Sedangkan, Ganjar dipilih responden sebanyak 7,7 persen. Lalu, responden yang tak menjawab 8,7 persen.
“Jadi kalau kita flashback ke belakang, Mas Anies minimal dari data kita bulan Januari itu masih unggul, selisihnya signifikan saat itu antara Mas Anies versus Prabowo,” ungkap Burhanuddin.
Menurutnya, perubahan posisi Anies dengan Prabowo sebagai dinamika opini publik. Hasil tersebut berpotensi berubah lagi.
“Buat siapapun partai maupun timses capres pilihan pemilih itu tidak tetap, tidak stabil. ini penting. Kenapa tidak stabil, karena opini bisa berubah ya. Jangankan opini pilihan elektoral, iman saja bisa bertambah bisa berkurang. Apalagi pilihan terhadap capres,” ujar Burhanuddin. (NVR)
