JAKARTA, AKURATNEWS.co – Usai sukses dengan rangkaian roadshow di Palembang dan nonton bareng (nobar) perdana di XXI Blok M Plaza Jakarta, film ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ kembali menggelar nobar di XXI Epicentrum, Jakarta, Minggu (6/10).
Film yang pertama menggunakan bahasa Palembang ini dikatakan salah satu pemerannya yang juga aktor senior, Anwar Fuady menjadi tontonan wajib bagi warga asal Sumatera Selatan dimana pun berada.
“Rugi besar nian kalo ndak nonton film ini. ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ adalah film dengan latar belakang budayo yang sangat kental,” ujar Anwar Fuady usai nobar.
Selain para pemain film, acara nobar ini juga dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Susno Duadji yang mantan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Dr. Drs. H. Agus Fatoni, M.Si, Penjabat Gubernur Sumatera Utara, Elen Setiadi, Penjabat Gubernur Sumatera Selatan serta Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan.
Kehadiran tokoh-tokoh ini menambah kesan pentingnya film ini dalam merangkul budaya lokal dan menjadikannya sebagai alat edukasi bagi masyarakat.
Menhub Budi Karya Sumadi menyampaikan bahwa film memiliki peran penting sebagai sarana hiburan, edukasi, dan informasi.
“Seni budaya adalah salah satu kekuatan NKRI, dan film ini menunjukkan hal itu dengan kuat,” kata Budi Karya menekankan pentingnya mendukung produksi film yang mengangkat nilai budaya bangsa.
Dr. Agus Fatoni, yang biasanya dikenal serius, terlihat sangat terhibur selama acara nobar. Menurutnya, film ini tidak hanya lucu, tetapi juga penting untuk memperkenalkan budaya lokal kepada masyarakat luas.
Ia berharap lebih banyak film berbahasa daerah diproduksi di masa mendatang. Elen Setiadi pun memberikan apresiasi serupa, mengungkapkan harapannya agar film ini bisa diputar lebih lama di jaringan bioskop karena pesan moral yang kuat.
Sedangkan Komjen Pol. (Purn.) Susno Duadji, tokoh masyarakat Palembang merasa merasa bangga dengan film ini karena menghadirkan identitas budaya Palembang yang kuat.
“Sebagai putra daerah, saya sangat bangga. Film ini mengangkat harga diri kita sebagai bangsa dengan ragam budaya yang luar biasa,” ujar Susno.
Acara nobar ini juga diramaikan kehadiran sejumlah artis muda populer, seperti Ranty Maria, Adam Jordan, Gabriella Larasati, Cinta Brian dan Marcel Chandrawinata.
Sedangkan Wiwiet Tatung, Ketua Srikandi Dharma Wanita Sriwijaya Sumatera Selatan mengungkapkan kebanggaannya terhadap film yang mengangkat budaya Sumatera Selatan ini.
“Film ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik, terutama untuk anak-anak agar memahami pentingnya tidak melakukan perundungan,” jelasnya.
Dengan respon positif yang terus mengalir, film ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak sineas untuk mengangkat cerita rakyat dan budaya daerah dalam karya-karya mereka.
Untuk diketahui, sebelum tiba di Jakarta, film ‘Dul Muluk dan Dul Malik’ telah diputar di berbagai daerah, termasuk Palembang. (NVR)
