JAKARTA, AKURATNEWS.co – Daun kelor menjadi makanan yang umum bahkan dianjurkan di Indonesia. Karena zat yang terkandung didalamnya diyakini memiliki banyak manfaat baik sebagai makanan maupun obat.
Bahkan PBB melalui FAO memuji daun kelor yang banyak tumbuh di Indonesia ini sebagai pohon ajaib karena bisa mencegah Corona.
Organisasi Pangan Dunia Food and Agriculture Organization (FAO) itu sempat memasukkan kelor sebagai Crop of the Month, pada 2018 .
Namun tidak demikian di Australia, di negri kanguru itu justru dilarang dikonsumsi dan diperjualbelikan sebagai makanan di Australia, hal itu dikarenakan Badan Standar Pangan Australia dan Selandia Baru (FSANZ) menyebut sebagai makanan baru yang belum terbukti keamanannya.
FSANZ mengkhawatirkan potensi masalah reproduksi berdasarkan uji coba pada tikus, ditambah dengan kurangnya studi jangka panjang pada manusia.
Keputusan ini tertuang dalam peraturan resmi yang berlaku sejak akhir tahun 2025. Berdasarkan penilaian risiko dari otoritas pangan, tanaman Moringa oleifera belum memiliki sejarah konsumsi yang luas di kalangan masyarakat umum Australia.
Oleh karena itu, data keamanan yang ada saat ini dianggap belum cukup untuk melegalkannya sebagai bahan pangan bebas, karena terdapat kekhawatiran mengenai masalah reproduksi berdasarkan percobaan laboratorium dan hasil yang bertentangan terkait genotoksisitas.
Meski begitu, penjualan dalam bentuk ekstrak kelor masih diperbolehkan untuk dikonsumsi dalam bentuk obat atau suplemen, namun harus terdaftar secara resmi di Therapeutic Goods Administration./Ib.
