JAKARTA, AKURATNEWS.co – Timnas Putri Indonesia mendapat suntikan kekuatan baru menyusul resmi dinaturalisasinya empat pemain diaspora asal Belanda.
Mereka adalah Iris De Rouw, Felicia De Zeeuw, Emily Julia Frederica Nahon, dan Isa Guusje Warps, yang telah mengucapkan sumpah setia sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) di Kantor Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Ditjen AHU), Kementerian Hukum dan HAM RI, Jakarta, Selasa (10/6).
Kehadiran keempat pemain ini diharapkan mampu memperkuat skuad Garuda Pertiwi dalam upaya mengejar target ambisius: menembus 50 besar peringkat FIFA, lolos ke putaran final Piala Asia secara konsisten, dan tampil di Piala Dunia Wanita pada 2035.
Dirjen AHU Kemenkumham, Widodo Ekatjahjana menegaskan, naturalisasi ini bukan sekadar formalitas kewarganegaraan, melainkan bagian dari cita-cita besar dalam membangun prestasi sepakbola nasional.
“Ini bukan hanya tentang kewarganegaraan, tapi juga tentang cita-cita besar dalam membangun Indonesia,” ujar Widodo dalam sambutannya.
Widodo juga menyampaikan bahwa naturalisasi para atlet diaspora merupakan bentuk nyata dari komitmen pemerintah dalam mendukung kemajuan olahraga Indonesia, khususnya sepak bola putri.
“Menteri Hukum sudah memberi arahan untuk mendukung dan mempercepat semua proses naturalisasi yang memiliki kepentingan prestasi nasional dan kebanggaan bangsa, tentu dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbuhnya.
Empat nama baru ini menyusul dua pemain sebelumnya yang lebih dulu dinaturalisasi, yakni Estella Raquel Loupattij dan Noa Johanna Christina Cornelia Leatomu. Dengan total enam pemain diaspora, PSSI berharap Timnas Putri bisa lebih kompetitif di kancah internasional.
Langkah ini juga merupakan bagian dari program jangka panjang yang digagas PSSI bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kemenkumham untuk membangun fondasi sepak bola putri yang tangguh dan berprestasi.
Setelah resmi menjadi WNI, keempat pemain tersebut dijadwalkan segera bergabung dengan pemusatan latihan Timnas Putri Indonesia.
Pelatih kepala Timnas Putri, Satoru Mochizuki, disebut telah menyusun program integrasi teknis dan taktis untuk menyelaraskan para pemain diaspora dengan skuad lokal.
Dalam waktu dekat, Timnas Putri akan mengikuti sejumlah laga uji coba internasional dan kualifikasi Piala Asia Wanita 2026 sebagai bagian dari pemanasan sebelum menyasar panggung Piala Dunia Wanita 2035.
Dengan masuknya para pemain diaspora yang memiliki pengalaman bermain di Eropa, Timnas Putri Indonesia diharapkan tak hanya mampu bersaing secara teknik dan fisik, tetapi juga menjadi kekuatan baru yang diperhitungkan di Asia Tenggara dan Asia secara keseluruhan. (NVR)
