JAKARTA, AKURATNEWS.co – Pameran teknologi kelapa sawit internasional PALMEX Jakarta ke-16 resmi digelar pada 6–7 Mei 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Jakarta.
Mengusung tema ‘Mendorong Industri Kelapa Sawit Global Melalui Inovasi dan Transformasi Digital’, ajang ini menjadi titik temu pelaku industri, investor, dan pemangku kepentingan global untuk mengakselerasi adopsi teknologi di sektor sawit.
Industri kelapa sawit merupakan sektor strategis penyumbang devisa, penggerak ekonomi daerah, penyerap tenaga kerja, serta pilar ketahanan energi nasional lewat program biodiesel.
Arah kebijakan Kementerian Pertanian saat ini tidak hanya mendorong produksi hulu, tetapi juga memperkuat hilirisasi agar nilai tambah dinikmati di dalam negeri.
Pengembangan produk turunan mulai dari pangan olahan, oleokimia, hingga bioenergi seperti biodiesel dinilai menjadi kunci memperkuat ketahanan energi dan memperluas lapangan kerja.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian di satudata.pertanian.go.id. rata-rata produksi 2020–2024 menunjukkan sembilan provinsi sentra menyumbang 86,80 persen total produksi minyak sawit Indonesia.
Pada 2024, produksi minyak sawit nasional mencapai 47,47 juta ton (angka sementara), naik 0,83 persen dibanding 2023.
Dalam pembukaan ajang ini, CEO Fireworks Trade Media Group, Kenny Yong menegaskan, digitalisasi saat ini telah mengubah wajah industri sawit.
“PALMEX Jakarta 2026 hadir sebagai ruang yang tepat untuk mempercepat adopsi teknologi tersebut dan mendorong persaingan industri Indonesia di kancah global,” kata Kenny.
Ditambahkannya, tahun ini, PALMEX Jakarta menarik lebih dari 300 brand dari Asia dan Eropa.
“Dan diperkirakan 7.000 profesional industri terlibat dengan fokus menampilkan teknologi pengolahan, milling, otomasi, digitalisasi, serta manajemen lingkungan,” imbuh Kenny.
Target pengunjung ajang ini sendiri adalah pembeli dari sektor perkebunan, pabrik, dan refinery yang mencari solusi langsung dari pemasok global.
Dalam ajang ini, sejumlah seminar strategis juga digelar, antara lain:
1. International Cooperation for Sustainable Palm Oil Sector.
2. Building a Resilient and Responsible Palm Oil Industry through Technology, Digitalization & Compliance.
3. The Future of the Palm Oil Industry: Building a Smart, Sustainable & High-value Production Ecosystem.
4. Thailand’s Palm Oil Industry Outlook: Competing Under Land Constraints, Rising Costs & Global Sustainability Pressures.
5. Strengthening Global Trust in Sustainable Palm Oil: The Role of Certification, Traceability & Compliance. (NVR)
