PURWAKARTA, AKURATNEWS.co – Kecelakaan beruntun yang melibatkan 21 kendaraan di Tol Cipularang KM 92, Purwakarta, Jawa Barat, Senin (11/11) ini menelan korban jiwa satu meninggal dan mengakibatkan puluhan orang mengalami luka-luka, serta sempat memicu penutupan arus lalu lintas di sepanjang tol.

Total korban adalah satu orang meninggal dan 28 luka ringan hingga berat.

Kecelakaan ini terjadi di jalanan yang menurun dan licin karena hujan yang berdasarkan keterangan kepolisian diduga terjadi akibat rem blong pada truk bermuatan kardus yang langsung menabrak kendaraan di depannya.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Jules Abraham Abast menjelaskan, rem truk yang blong menjadi faktor utama penyebab kecelakaan ini.

Truk yang melaju di turunan sepanjang lima kilometer diduga kehilangan kendali dan langsung menabrak beberapa kendaraan di depannya, memicu rentetan tabrakan yang melibatkan total 21 kendaraan.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kecelakaan. Sementara ini kami menduga rem truk yang blong menjadi pemicu awal,” ujar Kombes Jules, Selasa (12/11).

Kapolres Purwakarta, AKBP Lilik Ardhiansyah juga menyampaikan, korban langsung dilarikan ke RS Abdul Rojak Purwakarta untuk mendapat penanganan medis.

“Semua korban luka telah kami bawa ke RS Abdul Rojak Purwakarta untuk mendapat perawatan,” kata Lilik.

Sedangkan sopir truk berinisial R, yang diduga menjadi penyebab kecelakaan, sudah diamankan polisi meski masih menjalani perawatan karena mengalami luka.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan untuk mengungkap faktor-faktor lain, seperti kondisi perseneling truk yang berada di posisi gigi empat, yang seharusnya tidak digunakan pada jalanan yang menurun.

Kakorlantas Polri Irjen Aan Suhanan menambahkan, dengan posisi gigi tinggi pada jalanan yang menurun, truk bisa lebih sulit dikendalikan.

“Faktor ini menjadi salah satu yang sedang kami teliti, apakah disebabkan oleh human error atau kondisi kendaraan yang kurang layak,” ujarnya.

Untuk mengusut lebih dalam penyebab kecelakaan ini, kepolisian menerjunkan Tim Traffic Accident Analyst (TAA) yang akan menganalisis rekaman CCTV dan dashcam kendaraan di lokasi.

Hal ini dilakukan untuk memperjelas detik-detik sebelum kecelakaan, serta mengevaluasi kondisi jalan yang licin akibat hujan dan adanya perbaikan jalan di sekitar lokasi kejadian.

Jules menjelaskan bahwa rekaman dan olah TKP akan menjadi alat bukti penting.

“Jalan yang licin dan menurun bisa menjadi salah satu faktor, tetapi kami masih menyelidiki apakah ada faktor-faktor lain, seperti kondisi jalan atau kendaraan,” tambahnya. (NVR)

By Editor1