ACEH, AKURATNEWS.co – Aktivitas belajar mengajar mulai kembali berjalan mulai Senin (5/1). Tak terkecuali di sejumlah wilayah terdampak bencana banjir di Sumatera.
Dan di tengah upaya pemulihan pascabencana, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) ikut menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah bagi ribuan siswa penyintas banjir di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
Bantuan tersebut disalurkan melalui program “Kembali ke Sekolah Bersama BAZNAS”, seiring dimulainya kembali kegiatan sekolah setelah sempat terhenti akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatera sejak akhir 2025 hingga awal 2026.
Ketua BAZNAS, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan program ini menjadi bagian dari komitmen BAZNAS dalam memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak di wilayah terdampak bencana.
“Pascabencana, tantangan terbesar yang dihadapi keluarga adalah pemulihan ekonomi. Dalam kondisi seperti ini, pendidikan anak-anak sering kali terancam terabaikan. Karena itu, BAZNAS hadir untuk memastikan mereka tetap bisa kembali bersekolah,” ujar Kiai Noor saat penyaluran bantuan di Aceh, Senin (5/1).
Secara keseluruhan, BAZNAS menyalurkan 20.000 paket perlengkapan belajar yang terdiri dari tas sekolah, sepatu, dan seragam. Bantuan tersebut didistribusikan secara bertahap ke sekolah-sekolah dan titik pengungsian di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatera.
Berdasarkan data sementara dari pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada puluhan ribu keluarga, termasuk ribuan pelajar yang sekolahnya sempat terendam atau digunakan sebagai tempat pengungsian.
Kondisi tersebut menyebabkan proses belajar mengajar terganggu, bahkan terhenti sementara di sejumlah wilayah.
Selain mendukung pemulihan sektor pendidikan, BAZNAS juga menyalurkan bantuan sosial dan keagamaan untuk memperkuat pemulihan masyarakat.
Bantuan tersebut meliputi 30.000 sarung dan mukena, 30.000 mushaf Al-Qur’an, serta karpet dan paket sound system masjid yang disalurkan di 500 titik wilayah terdampak bencana.
“Pemulihan pascabencana tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemulihan sosial dan spiritual masyarakat. Masjid dan sekolah adalah pusat kehidupan warga, sehingga keduanya harus kembali berfungsi,” kata Noor.
Ia menegaskan, wilayah Sumatera masih menjadi perhatian utama BAZNAS karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih dan masih berimbas langsung pada kehidupan sosial serta keberlangsungan pendidikan anak-anak.
BAZNAS, lanjut Noor, akan terus mendampingi masyarakat terdampak tidak hanya pada masa tanggap darurat, tetapi juga pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk memastikan anak-anak dapat kembali belajar dengan layak dan bermartabat.
“Semoga ikhtiar ini bisa menguatkan semangat anak-anak untuk kembali bersekolah dan menjadi keberkahan bagi para muzaki serta seluruh pihak yang telah berkontribusi,” ujarnya.
Dalam kegiatan pendistribusian bantuan tersebut, turut hadir jajaran Pimpinan BAZNAS, di antaranya Pimpinan BAZNAS Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS Bidang Pengumpulan Dr. H. Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM, serta Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, bersama pimpinan BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota setempat. (NVR)
