NEW YORK, AKURATNEWS.co – Baru-baru ini, sejumlah ilmuwan mengungkapkan temuan tentang sebuah ‘planet neraka’ yang dikenal sebagai 55 Cancri e atau ‘Janssen’.
Planet ini merupakan ‘Bumi super’ yang sangat panas dan berubah menjadi bola lava yang mengorbit bintangnya dengan jarak yang sangat dekat.
Menurut laporan Mirror, 55 Cancri e mengorbit bintang yang dikenal sebagai Copernicus atau 55 Cnc, dengan satu tahun di planet ini hanya berlangsung 18 jam. Permukaan planet ini diselimuti lautan lava yang dalam, dengan suhu siang hari rata-rata mencapai sekitar 2.573 Kelvin atau 2.300 derajat Celsius.
Penemuan ini dimungkinkan berkat alat baru yang dapat mengukur cahaya bintang dengan sangat presisi. Data dari alat ini membantu para ilmuwan memahami karakteristik orbit planet Janssen. Analisis terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Nature Astronomy mengungkapkan bahwa planet ini mengorbit Copernicus 70 kali lebih dekat dibandingkan bumi mengorbit matahari.
Meskipun Janssen selalu panas, kondisi ekstremnya mungkin disebabkan daya tarik gravitasi dari Copernicus, sebuah bintang katai merah, serta interaksi dengan planet-planet saudaranya. Pergeseran gravitasi yang terjadi membuat planet ini tertarik ke ekuator bintangnya, meningkatkan suhu permukaannya yang sudah sangat tinggi.
Lily Zhao, seorang ahli astrofisika dan peneliti utama dalam studi ini menjelaskan, pihaknya telah mempelajari bagaimana sistem multi-planet ini.
“Salah satu sistem dengan jumlah planet terbanyak yang pernah kami temukan, mencapai kondisinya saat ini.” ujar Zhao.
Ia menambahkan, bahkan pada orbit aslinya, 55 Cancri e kemungkinan besar sangat panas sehingga tidak ada benda yang mampu bertahan di permukaannya.
55 Cancri e dengan suhu ekstrem dan permukaan yang diselimuti lautan lava, mendapatkan julukan yang tepat sebagai’planet neraka’.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang bagaimana planet ekstrasurya terbentuk dan berevolusi di lingkungan yang sangat ekstrem, serta menunjukkan keragaman luar biasa planet-planet yang ada di alam semesta.
Dengan penemuan ini, para ilmuwan berharap dapat lebih memahami dinamika dan evolusi planet-planet ekstrasurya, serta membuka jalan bagi penemuan-penemuan serupa di masa depan yang dapat memperkaya pengetahuan kita tentang alam semesta yang luas dan penuh misteri ini. (NVR)
