JAKARTA, AKURATNEWS.co – Terpilihnya putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep sebagai Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dipandang sebagai peristiwa politik yang lucu dan paling menggelikan di bulan September ini.

Pengamat politik dari Lingkar Madani Indonesia, Ray Rangkuti, menyatakan, tidak ada yang lebih menggelikan dalam dunia politik bulan ini selain penunjukan Kaesang sebagai Ketum PSI yang baru bergabung sehari sebelumnya.

Ray mengaku ia merasa lucu melihat proses penunjukan Kaesang yang dianggapnya mengabaikan banyak aspek yang seharusnya ada dalam pemilihan ketua umum di sebuah organisasi, seperti prosedur pemilihan, waktu, syarat dan keterlibatan anggota partai.

“Ini seperti orang Mandailing mengatakan: belum masak tandan pisang, dia sudah jadi ketua umum,” ujar Ray di Jakarta, Selasa (26/9).

Ia juga berpendapat bahwa saat ini PSI terlihat seperti sebuah perusahaan keluarga, dimana jabatan ketua umum digilir bukan karena alasan-alasan idealistik, melainkan hanya untuk mendapatkan suara.

“Dalam situasi seperti ini, saya ragu apakah PSI akan mendapatkan dukungan pemilih untuk Pak Jokowi. Namun yang pasti, PSI telah mengorbankan nilai-nilai ideal dalam politiknya demi mengejar suara. Ini adalah perilaku yang mencerminkan etika politik PSI yang biasa-biasa saja,” tambahnya.

Menurut Ray, pemilihan Kaesang telah menggoyahkan jargon PSI sebagai partai yang mengidentifikasikan dirinya dengan kaum muda, karena sekarang terlihat lebih bergantung pada ideologi ‘Bapakisme; atau bergantung pada figur seorang bapak, yaitu Joko Widodo.

“Jelas, ketergantungan pada Bapakisme ini merusak citra PSI sebagai partai anak muda atau milenial. Mereka yang seharusnya memberikan contoh mandiri dalam berorganisasi, justru terlihat bergantung pada Bapakisme,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kaesang resmi diangkat sebagai Ketua Umum PSI dalam acara Kopdarnas di Djakarta Theater, Senin (25/9). Setelah terpilih, Kaesang mengakui bahwa dirinya memiliki hak istimewa yang menjadi salah satu faktor penunjukannya sebagai Ketua Umum PSI. (NVR)

By Editor1