JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah menyelenggarakan seminar online yakni Literasi Digital dengan mengusung tema: “Digitalpreneur”. Seminar diselenggarakan pada hari Jumat, 26 Mei 2023 mellaui platform zoom meeting.
Dalam seminar Literasi Digital ini, terdapat narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Bapak H. Ahmad Syaikhu yang saat ini termasuk kedalam Anggota Komisi I DPR RI. Narasumber kedua yakni Bapak Semuel Abrijani Pangerapan, B.Sc menjabat sebagai Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI, Bapak Deni Ardini selaku Co-Founder AsyikPreneur serta Bapak Rawi Wahyudiono selaku Mentor Bisnis Komunitas TDA.
Seminar Literasi Digital ini merupakan inisiasi yang di dukung oleh Kementerian Kominfo terhadap Program Literasi Digital yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat.
Selain itu juga untuk memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh Ditjen APTIKA, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya. Seminar ini terdiri dari beberapa sesi, yaitu sesi pembukaan, pemaparan materi, sesi tanya jawab, dan sesi penutup.
Baca artikel lainnya: Ketua DPD RI Dorong terwujudnya Sister City Antara Kota Nara di Jepang dan Kota Solo di Indonesia
Sesi pemaparan pertama disampaikan oleh H. Ahmad Syaikhu. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Sangat dipahami era digital akan mengubah drastis tatanan kehidupan diberbagai sektor, mulai dari pesan makanan, belanja hingga berobat, tidak terkecuali ekonomi dan perdagangan. Sebuah penelitian dari UNTAD, hasilnya ternyata berjualan online menyumbang hampir 1/5 omset dari retail 7 negara industri. Pada tahun 2020, Bank Indonesia juga mencatat bahwa transaksi online di e-commerce terjadi peningkatan 2x lipat. Maka dari data dan fakta ini, ada potensi ekonomi yang bermanfaat yang memiliki dampak begitu besar dari dunia digital, karena trend konsumen melakukan transaksi online akan terus meningkat pada masa yang akan datang,’ papar Ahmad Saikhu.
Pemaparan kedua disampaikan oleh Bapak Semuel Abrijani, B.Sc. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Kominfo memiliki tugas untuk memberikan informasi mengenai literasi digital untuk memfasilitasi masyarakat supaya cakap digital pada era saat ini. Peningkatan literasi digital saat ini butuh bantuan semua pihak masyarakat tidak hanya kominfo saja sebagai fasilitas, tetapi keinginan masyarakat untuk terus belajar. Hal ini dalam upaya untuk memajukan digital Indonesia. Selain itu liteasi digital juga berfungsi untuk mengarahkan masyarakat supaya bisa memanfaatkan dunia digital dengan sebaik-baiknya,” papar Semuel.
Baca artikel lainnya: Kreatif dan Produktif di Era Digital Diangkat jadi tema Webinar kemenkominfo dan DPR RI
Pemaparan ketiga disampaikan oleh Bapak Deni Ardini. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Sebanyak 70 juta orang Indonesia saat ini dilaporkan menganggur yang artinya sekitar 70 juta orang Indonesia sedang berebut lowongan kerja. Sumber daya manusia di Indonesia ini tidak boleh diragukan lagi, generasi yang ada saat ini merupakan generasi yang memiliki segudang skill yang mumpuni, lalu mengapa masih banyak yang menganggur?, Bapak Deni menjelaskan diantaranya tidak semua orang cocok untuk bekerja dibawah perintah orang lain, bekerja tidak selamanya berarti menjadi karyawan dan menyalurkan skill tidak selamanya dengan menjadi karyawan,” papar Deni Ardini.
Pemaparan terakhir disampaikan oleh Bapak Rawi Wahyudiono. Dalam paparannya beliau menyampaikan bahwa,
“Pengguna internet di Indonesia sebesar 171 juta atau sekitar 64,4%. 83% dari 171 juta merupakan pengguna WhatsApp. Berjualaan online saat ini selain menggunakn Whatsapp, masyarakat dapat berjualan di marketplace yang tersedia, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, Blibli. Berikut merupakan daftar marketplace paling ramai. Dalam berjualan online kita harus memiliki branding. Apabila sudah memiliki branding maka kita dapat mempublikasikan ke banyak channel supaya orang lain mengetahui produk dari yang dijual,” papar Rawi Wahyudiono./Ib
