JAKARTA, AKURATNEWS – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia telah menyelenggarakan seminar online yakni Seminar Merajut Nusantara dengan mengusung tema: “OPTIMALISASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK EKONOMI KELUARGA INDONESIA”.
Seminar Merajut Nusantara ini,diselenggarakan Kamis (27/07/2023), terdapat tiga narasumber yang berkompeten pada bidangnya, yaitu Ir. Rudianto Tjen (Anggota Komisi I DPR RI), Narasumber kedua yakni Dr. Ismail Cawidu, M.S.i (Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta), serta mengundang narasumber ketiga yakni Ibu Ita Rosita, S.P (Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung).
Seminar Merajut Nusantara merupakan acara yang diinisiasi dan didukung oleh Kementerian Kominfo, yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, dengan memiliki beberapa tujuan, diantaranya yakni untuk mendorong masyarakat agar mengoptimalkan pemanfaatan internet sebagai sarana edukasi dan bisnis, memberdayakan masyarakat agar dapat memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat, memberikan informasi yang lengkap kepada masyarakat terkait pembangunan Infrastruktur TIK yang dilakukan oleh Pemerintah khususnya oleh BAKTI KOMINFO, serta mewujudkan jaringan informasi serta media komunikasi dua arah antara masyarakat dengan masyarakat maupun dengan pihak lainnya.
Mengawali materinya, Rudianto Tjen mengatakan teknologi digital telah menjadi elemen yang penting serta tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kita semua. Layanan komunikasi online dewasa ini memungkinkan kita untuk saling terhubung dengan semua orang bahkan di seluruh dunia.
“Bahwa langkah pertama yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan teknologi digital adalah meningkatkan literasi digital masyarakat dengan baik. Selain itu, diperlukan juga Kerjasama ataupun sinergitas antara pemerintak, swasta, dan masyarakat guna membangun infrastruktur dan memastika akses teknologi yang merata, dan langkah terakhir yang bisa dilakukan adalah diperlukan kebijakan yang mendorong penggunaan teknologi digital secara etis dan bertanggungjawab,” kata Rudianto.
Rudianto Tjen memiliki harapan bahwa diperlukan dorongan pengembangan teknologi digital yang lebih inklusif dan juga berkelanjutan. Disamping itu, perlu juga untuk mendorong nilai-nilai kebudayaan agar budaya yang ada di Indonesia tidak tergerus.
Materi kedua di sampaikan oleh Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menjelaskan bahwa teknologi informasi pada dasarnya diadakan guna kemaslahatan dan kesejahteraan serta memudahkan penggunanya dalam menunjang kehidupannya. Salah satu bidang pemanfaatan teknologi informasi adalah salah satunya untuk berbisnis. Hal ini dipahami karena teknologi Informasi memberikan banyak kemudahan bagi penggunanya, antara lain menjamin ketersediaan informasi, menghemat pemanfaatan waktu, menjadikan efektif, terhubung dengan siapapun selama 24 jam, dan lain-lain.
Ismail Cawidu mengatakan “TIK berfungsi juga sebagai enabler dalam transformasi sosial budaya di berbagai aspek kehidupan. Disamping itu, bapak Ismail juga mengatakan bahwa TIK berfungsi sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Materi terakhir disampaikan oleh Ibu Ita Rosita, menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi sudah semakin cepat dewasa , terdapat setidaknya 4 sektor yang diestimasikan akan banyak diminati pasca covid, antara lain sector pendidikan, sector Kesehatan, sector fintech, dan yang terakhir adalah sector e-commerce.
Ibu Ita mengatakan bahwa “Dalam era teknologi ini juga memiliki tantangan yang harus dihadapi, yang pertama adalah keamanan berinternet. Dibutuhkan peningkatan keamanan agar para pengguna internet bisa mengakses semua layanan informasi digital tanpa khawatir peretasan dan pencurian data, yang kedua adalah sumber daya manusia yang kurang memadai, rendahnya literasi digital juga masih membuat banyak sector sulit untuk masuk ke ranah digital, dan yang ketiga adalah regulasi yang kurang mumpuni. Sering kali ekonomi digital sering terhambat dikarenakan belum adanya aturan pasti yang mengatur terkait dengan ekonomi digital,” tutup Ketua Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung./Ib
