JAKARTA, AKURATNEWS.co – Salah satu visi misi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) adalah komitmen mendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) secara menyeluruh dari hulu ke hilir di dalam rantai pasok (supply chain) bisnis usaha kecil tersebut.

Ditegaskan Co-captain Timnas AMIN, Leontinus Alpha Edison, di era digital, AMIN akan menjadikan kebijakan dari hulu ke hilir bagi usaha kecil sebagai prioritas.

“Mencakup bahan baku yang mudah dan murah, akses modal yang mudah, distribusi omnichannel (menggunakan semua saluran disribusi, red), dan tata kelola niaga global,” ujar pria yang akrab dispaa Leon saat menjadi narasumber Diskusi Publik “Indonesia Economy Outlook-Mengenal Visi dan Misi Calon Presiden dalam Bidang Ekonomi” yang diselenggarakan Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND), Sabtu (13/1).

Di acara ini, Leon juga membongkar program AMIN untuk mendukung kemajuan dunia usaha, khususnya UMKM di Indonesia.

“UMKM, sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 61% atau setara dengan Rp9.580 triliun, dan menyerap 97% tenaga kerja. Data dari Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan terdapat 65,5 juta UMKM, mencapai 99% dari total unit usaha,” papar Leon.

Menurut co-founder Tokopedia ini, pemerataan adalah isu utama bagi UMKM.

“Akses mudah dan murah terhadap bahan baku menjadi kunci peluang naik kelas bagi UMKM. Perlunya kemudahan akses bagi pengusaha kecil untuk bersaing dengan korporasi besar dalam mendapatkan harga bahan baku yang kompetitif,” ucap Leon.

Dalam mendukung UMKM, kata Leon, pemerintah perlu memberlakukan kebijakan pro UMKM dan menjaga transparansi informasi.

“Simplifikasi perizinan yang rumit dan mahal menjadi prioritas dengan menjadikan lisensi seperti BPOM atau PIRT sebagai jaminan keamanan produk bagi konsumen,” ujarnya.

Leon mengungkapkan Capres Anies dan Cawapres Gus Muhaimin turut mendukung UMKM naik kelas melalui program KAMU (Kredit Anak Muda).

“KAMU ini memprioritaskan akses pembiayaan untuk modal UMKM. Program ini dirancang untuk membantu UMKM mengakses kredit tanpa proses rumit, terutama terkait dengan fenomena pinjaman online atau pinjol saat ini,” kata dia.

Fokus AMIN pada penguatan UMKM, jelas Leon, terwujud melalui program KAMU (Kredit Anak Muda), dengan alokasi anggaran 5% dari APBN atau setara dengan Rp150 triliun untuk kredit UMKM tanpa agunan.

“AMIN, dengan prinsip membesarkan yang kecil tanpa mengecilkan yang besar, menekankan kebijakan berbasis prinsip (principle based policy) sebagai kunci agar inovasi terus berkembang. Pemerintah harus menyadari bahwa kebijakan tidak harus rinci dan mengekang, melibatkan pemangku kepentingan, menghindari keputusan impulsif, dan meminimalisir regulasi yang menghambat inovasi,” tegasnya.

Pengelolaan tata niaga global, kata Leon, juga harus diperhatikan untuk melindungi industri lokal dari dampak barang impor murah.

“AMIN bertekad mengelola negara dengan prinsip ekonomi kerakyatan. Saatnya rakyat kecil menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Indonesia adil dan makmur untuk semua, harus dirasakan oleh seluruh warga negara,” pungkasnya. (NVR)

By Editor2