JAKARTA, AKURATNEWS.co – Saat kampanye di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), (19/22), salah satu agenda capres nomor urut satu, Anies Baswedan adalah kunjungan di acara Ubah Bareng yang berjudul ‘Desak Anies’
Namun acara ‘Desak Anies’ tersebut dibatalkan satu hari sebelum acara secara sepihak dengan alasan tak diberikan izin.
Co Founder Ubah Bareng sekaligus Jubir Timnas AMIN Gaeandra Kartasasmita mengatakan bahwa hal ini bukan hal baru.
“Hal-hal seperti ini bukan hal yang baru bagi kami tapi pastinya kaget ya karena sangat last minute. Tapi namanya juga anak-anak muda, ada aja lah jalannya agar acara tetap terlaksana, walaupun harus cari-cari tempat baru,” kata Gaeandra setelah acara ‘Desak Anies’.
Gaeandra mengatakan bahwa semangatnya tak akan redup untuk terus bisa berdemokrasi.
“Kami tidak akan bisa dibungkam. Semangat kami untuk terus bisa berdemokrasi tidak akan redup. Kami akan terus membuka ruang-ruang dialog dengan seluruh elemen masyarakat dimanapun dan kapapun,” terang Gaeandra.
“Segimanapun kami di redam, kami akan selalu menemukan celah untuk terus bisa berdemokrasi,” imbuhnya.
Gaeandra pun mengimbau kepada seluruh pihak untuk berlaku adil kepada semua kontestan pemilu.
“Publik bisa menilai. Hal-hal seperti ini justru akan membuat jelek untuk seluruh peserta lain dan penyelenggara pemilu. Publik ingin pemilu ini jujur dan adil kok.” jelasnya.
“Pemerintah daerah sebagai tuan rumah juga seharusnya bisa menerima semua dengan sama, jangan memihak, malu dong sama publik.” ujar Gaeandra.
Sebagai informasi, ‘Desak Anies’ adalah program dari komunitas Ubah Bareng, yang mempertemukan Anies Baswedan dengan swing voters agar bisa berdialog, dan tanya jawab secara langsung.
Awalnya, acara tersebut akan dihelat di Kava Cafe Mataram kemudian pindah ke Taman Budaya Mataram.
Namun karena tidak kunjung mendapat izin dari pemerintah daerah, Acara tersebut kembali dibatalkan. Akhirnya, acara bersama Desak Anies digelar di Amanah Food Court, Mataram. (NVR)
