JAKARTA, AKURATNEWS.co — Pebalap Ducati Lenovo Marc Marquez meraih hasil positif di Aragon, dengan menjuarai Sprint Race dan balapan utama. Hasil itu membuat poin dia naik drastis dan kembali bersaing untuk memperebutkan juara dunia MotoGP 2026.
Di tengah momentum kebangkitan tersebut, Marc Marquez menyebut ada satu seri selanjutnya ang ingin dihindari, yaitu seri MotoGP Indonesia di Sirkuit Pertamina Mandalika.
Marquez menyebut Indonesia sebagai balapan terburuk dalam rekam jejaknya. Alasannya bukan semata-mata soal karakter sirkuit, melainkan rangkaian pengalaman buruk yang dialaminya sejak MotoGP digelar di Mandalika.
“Dari sejarah, Indonesia adalah yang terburuk (buatku), karena setiap tahun aku mendapatkan memori buruk dari sana,” kata Marquez seperti dikutip Harian Jogja, Rabu (2/9/2026).
Pernyataan tersebut muncul usai menjalani akhir pekan yang luar biasa di MotoGP Aragon 2026. Apa yang dikatakan Marc cukup beralasan, karena dirinya memang tak pernah menang di Mandalika. Bukan hana tak menang tetapi dirina juga tak pernah finish dalam balapan.
Pada edisi perdana MotoGP Indonesia di Mandalika pada 2022, Marquez tidak dapat mengikuti balapan setelah mengalami kecelakaan keras saat sesi pemanasan yang membuatnya mengalami gegar otak.
Setahun kemudian, ia kembali gagal menyelesaikan balapan setelah terjatuh.
Pada MotoGP Indonesia 2024, Marquez kembali tidak memperoleh hasil finis pada balapan utama karena masalah teknis.
Rangkaian tersebut kemudian berlanjut pada 2025.
Saat itu, Marquez terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi pada lap pertama balapan. Kecelakaan tersebut membuat keduanya tersingkir.
Bagi Marquez, dampaknya jauh lebih serius. Ia mengalami fraktur pada bagian korakoid serta cedera ligamen di bahu kanan. Cedera tersebut kemudian membuatnya harus menjalani pemulihan dan mengakhiri musim 2025 lebih awal.
Tidak mengherankan jika Mandalika akhirnya menjadi salah satu sirkuit yang paling diwaspadainya.
MotoGP Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit di Lombok, Nusa Tenggara Barat, tersebut menjadi tuan rumah MotoGP sejak 2022.
Bagi Marquez, balapan di Mandalika kali ini memiliki arti berbeda.
Ia datang bukan hanya sebagai pembalap yang ingin memperbaiki rekor pribadi, tetapi juga sebagai salah satu kandidat kuat perebut gelar juara dunia.
Setelah Aragon, posisi Marquez di klasemen kembali menguat. Kemenangan di Aragon membuatnya memangkas jarak dengan Jorge Martin dan semakin dekat dengan persaingan di papan atas.
Karena itu, setiap poin pada sisa musim akan menjadi sangat penting.
Jika mampu tampil kompetitif di Mandalika, ia bukan hanya berpeluang mengumpulkan poin penting dalam perburuan gelar MotoGP 2026, tetapi juga dapat mengakhiri rangkaian hasil buruk yang selama ini melekat pada penampilannya di Indonesia./Ib.
