NEW YORK, AKURATNEWS.co – Biro Investigasi Federal (FBI) Amerika Serikat (AS) telah merilis nama penembak yang melakukan upaya pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di tengah kampanye pencalonan dirinya kembali menjadi Presiden AS di Pennsylvania.
Penembak itu bernama Thomas Matthew Crooks dan baru berusia 20 tahun.
“FBI telah mengidentifikasi Thomas Matthew Crooks, 20 tahun dari Bethel Park, Pennsylvania, sebagai subjek yang terlibat dalam upaya pembunuhan mantan Presiden Donald Trump pada 13 Juli di Butler, Pennsylvania,” ujar FBI seperti dilansir dari CNN International, Sabtu (14/7).
Crooks sendiri langsung dilumpuhkan hingga tewas oleh pasukan pengamanan Presiden AS, Secret Service setelah melakukan aksinya .
Data terakhir menyebut, satu orang pengunjung kampanye Trump tewas dan dua orang lainnya terluka.
Trump juga ikut mengalami luka di wilayah telinga atas kejadian ini. Namun luka itu tidak membuat Trump luka serius dan langsung pulang ke klub golf privat pribadinya di New Jersey.
Dalam penelusuran CNN, Thomas Matthew Crooks tercatat sebagai anggota Partai Republik. Alumni Sekolah Menengah Bethel Park tahun 2022 ini sejatinya akan mengikuti pemilihan presiden pertamanya pada November mendatang.
Meski tercatat sebagai anggota Partai Republik, catatan Komisi Pemilihan Umum Federal menunjukkan ada seorang donor dengan nama dan alamat yang sama dengan Crooks memberikan US$15 (Rp 241 ribu) kepada komite aksi politik yang berpihak pada Partai Demokrat di Januari 2021.
Perwakilan Kepolisian Pennsylvania, Letkol George Bivens, menyebut bahwa saat melakukan aksinya, Crooks tidak membawa identitas apapun. Saat ini pihak investigator sedang fokus melakukan proses pencocokan biometrik.
“Penembaknya untuk sementara telah diidentifikasi. Ini soal melakukan konfirmasi biometrik,” ujarnya.
Sejauh ini, belum jelas apakah motif penembakan yang dilakukan oleh Crooks. Pihak berwenang telah melakukan penggeledahan terhadap alamatnya untuk memahami catatan yang mungkin dapat membantu penyelidikan.
“Penyelidik juga memprioritaskan menemukan motif dan menentukan apakah pelaku penembakan mempunyai kaki tangan,” tambah Letkol Bivens. (NVR)
