JAKARTA, AKURATNEWS.co –Sejumlah survey menunjukkan kenaikan elektabilitas capres Koalisi Perubahan, Anies Baswedan di Jawa, khususnya di Jawa Timur.
Terkait hal ini, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah menilai peningkatan elektabilitas Anies, terutama di kantong-kantong nahdliyin, baik di Jawa Timur atau Jawa Tengah, cukup beralasan.
“Ini menandai jika Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) solid dan membawa suara cukup besar ke Anies juga Muhaimin,” terang Dedi di Jakarta, Kamis (28/9).
Terlebih Jawa Timur, terang dia, merupakan basis PKB paling loyal dan militan.
“Jawa Timur ini basis PKB paling loyal dan militan, sehingga ketika ada yang meragukan jika nahdliyin belum tentu memilih Anies, satu sisi itu benar, tetapi tidak sepenuhnya. Terbukti ada perubahan signifikan dalam proses elektabilitas yang meningkat hari ini,” ujar dia.
“Situasi ini bisa saja akan terus naik seiring dengan pengenalan langsung pemilih di Jawa Timur dan bagian Jawa lainnya kepada Anies. Artinya ketika konsolidasi publik itu terus dilakukan, Anies potensial unggul di Jawa Timur, dan bisa menarik lebih banyak suara di Jawa Tengah,”imbuhnya.
Menurut Dedi, posisi Anies juga diuntungkan dengan market positioning-nya yang berbeda dengan kandidat lain.
“Posisi Anies cukup jelas, yakni ia tidak berebut ceruk suara sebagaimana antara Ganjar dan Prabowo, sehingga miliki kepastian porsi suara itu sendiri. Bahkan kelompok pemilih yang ragu apakah akan memihak ke Ganjar atau Prabowo, bisa juga akhirnya bergeser ke Anies,” pungkasnya. (NVR)
