JAKARTA, AKURATNEWS.co – Industri film tanah air bersiap menyambut kehadiran judul baru yang menawarkan pengalaman berbeda.
Film ‘Tolong Saya’ atau dikenal dengan judul Korea ‘DOWAJUSEYO’ hadir sebagai film horor-romantis yang memadukan mitos mistis Indonesia dan Korea Selatan dalam satu narasi.
Karya ini menjadi produksi perdana Heart Pictures, rumah produksi baru yang mencoba menembus batas budaya lewat cerita horor yang emosional.
Menjelang penayangannya, Heart Pictures menggelar acara perilisan sekaligus talkshow bertema ‘Mitos Horor Korea dalam Film Tolong Saya” di Jakarta, Kamis (15/1).
Acara ini tak hanya menjadi ajang promosi film, tetapi juga ruang dialog budaya yang melibatkan akademisi dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Euis Sulastri MA, PHD.
Dalam talkshow tersebut, mitos-mitos horor Korea seperti arwah penasaran, roh korban ketidakadilan, hingga kepercayaan tentang kerasukan dan balas dendam spiritual dibahas secara mendalam.
Diskusi ini mengaitkan bagaimana mitologi Korea memiliki irisan kuat dengan kepercayaan mistis di Indonesia, khususnya terkait roh perempuan yang mengalami kekerasan dan meninggal secara tragis.
Produser Eksekutif film ‘Tolong Saya’, Herty Purba menjelaskan, ide memproduksi film layar lebar ini berangkat dari perubahan lanskap industri hiburan.
Menurunnya bisnis televisi dan kuatnya media sosial sebagai kanal hiburan mendorong rumah produksi untuk mencari pendekatan baru yang lebih relevan.
“Genre horor masih sangat disukai, baik di Indonesia maupun Korea Selatan. Tapi kami ingin menghadirkan celah yang berbeda, dengan memadukan horor dan drama cinta ala Korea, sekaligus memperkenalkan mitologi mereka kepada penonton Indonesia,” ujar Herty.
Menurutnya, besarnya basis penggemar drama Korea di Indonesia, dari remaja hingga ibu rumah tangga, menjadi peluang untuk menghadirkan film horor dengan nuansa emosional yang lebih kuat.
Karena itu, Heart Pictures menggandeng aktor Korea dan membangun cerita yang berkelindan dengan budaya kedua negara.
Tak sekadar mengandalkan teror ‘Tolong Saya’ juga mengangkat isu serius tentang kekerasan terhadap perempuan.
Film ini mengisahkan Tania (Saskia Chadwick), seorang mahasiswi Indonesia yang menempuh studi di Korea Selatan. Hidupnya berubah ketika ia mengalami teror mistis dan kerasukan arwah Min Young (Kim Seo Young), korban kekerasan seksual yang meninggal secara misterius.
Melalui kerasukan tersebut, Tania menjadi perantara bagi Min Young untuk menuntut keadilan. Bersama dr Park Binjae (Kim Geba) dan sahabatnya Sherly (Aruma Khodijah), Tania berusaha mengungkap tabir kematian Min Young.
Namun konflik semakin rumit dengan kehadiran Dion (Brian), teman lama sekaligus cinta pertama Tania, yang justru menunjukkan sisi obsesif dan menjadi ancaman psikologis tersendiri.
Alur ini menjadikan ‘Tolong Saya’ sebagai film horor yang sarat lapisan drama, romansa dan tekanan psikologis.
Salah satu elemen yang banyak dibahas dalam talkshow adalah adegan ketika Tania kerasukan dan melontarkan dialog penuh amarah dalam bahasa Korea.
Adegan ini disebut sebagai simbol perjumpaan dua budaya dalam satu tubuh dan satu cerita, sesuatu yang jarang ditemukan dalam film horor Indonesia.
Selain itu, film ini juga mengambil latar lokasi di Korea Selatan dan Indonesia, memperkuat kesan lintas budaya yang menjadi identitas utama ‘Tolong Saya’.
Melalui film ini, Herty berharap ‘Tolong Saya’ dapat membuka jalan bagi eksplorasi mitologi Korea dalam industri film Indonesia, sekaligus memperluas kerja sama lintas negara di masa depan.
“Film ini baru permulaan. Masih banyak mitologi dan kisah gaib Korea yang menarik untuk dieksplor dalam karya berikutnya,” tuturnya.
Tak hanya itu, Herty bertekad film ini menjadi film bertema horor yang ramah dan memiliki unsur edukasi.
“Ada edukasi dan juga unsur hiburan.
Bukan sekadar nakut-nakutin,” imbuhnya.
Ia pun setuju jika film ini bisa ikut menumbuhkan iklim industri film horor Indonesia menjadi lebih bermutu di tengah gencarnya genre horor belakangan ini.
“Kalo bisa box office mungkin bisa jadi acuan bagi film lain, semoga,” ucap Herty.
Film ‘Tolong Saya’ dijadwalkan tayang di bioskop mulai 29 Januari 2026 dan diharapkan menjadi alternatif segar bagi penonton yang merindukan horor dengan kedalaman cerita dan sentuhan budaya yang berbeda. (NVR)
