YOGYAKARTA, AKURATNEWS.co – Musyawarah Nasional (Munas) Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) ke-8 tahun 2025 resmi dihelat dan dibuka langsung Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Prof. Dr. Achmad Nurmandi M.Sc, Jumat (26/12).
“Kami berharap, siapapun yang terpilih nantinya bisa membawa KAUMY lebih baik. Nggak usah ada ribut-ribut. Sehabis pemilihan, kita berteman baik lagi seperti keluarga. Yang nggak kepilih, masuk dalam pengurus,” pesan Prof Ahmad Nurmandi dalam sambutannya.
Ia pun menyoroti peran para alumnus UMY dalam lingkup Muhammadiyah yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Alumnus UMY itu hausnya minimal jadi pengurus Muhammadiyah di wilayahnya. Jangan alumnus UMY jadi imam shalat aja nggak bisa,” selorohnya.
Sedangkan Ketua Umum PP KAUMY, M Yana Aditia menyebut, Munas KAUMY itu ibarat ajang uji nyali para kandidat untuk menjadi Ketua Umum di organisasi lain.
“Tapi tetap, ujungnya kita keluarga besar,” ujar pria yang akrab disapa Adit ini.
Dalam pembukaan ini, juga secara resmi diserahkan bantuan bagi korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang resmi diserahkan Ketua Umum PP KAUMY, M Yana Aditia kepada Ketua Pengda KAUMY tiga provinsi tersebut.

Sebelumnya, Pengurus KAUMY Dewan Koordinator (DK) Jakarta melakukan silaturahmi dengan Rektor (MY di Ruang Rektorat Kampus Terpadu UMY, Jumat (26/12).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Munas KAUMY ke-8 yang akan menentukan arah kepemimpinan dan strategi besar organisasi alumni UMY untuk periode 2025–2029.
Ketua KAUMY DK Jakarta, Wahyu Sandhya Yudha Pangesti menyampaikan sejumlah program strategis yang tengah diinisiasi. Salah satunya Program Rumah Singgah Alumni. Program ini dirancang guna membantu alumni muda UMY yang baru lulus dan sedang mencari pekerjaan di Jakarta, khususnya mereka yang membutuhkan tempat tinggal sementara serta pendampingan awal memasuki dunia kerja.
“Rumah Singgah ini merupakan bentuk nyata kepedulian alumni senior terhadap alumni muda agar proses transisi dari kampus ke dunia profesional bisa berjalan lebih baik,” ujar Sandya.
Selain memaparkan program, Sandya juga menyampaikan agenda penting menjelang Munas KAUMY ke-8, yakni pencalonan Iqbal Shoffan Shoffwan, alumni Hubungan Internasional UMY 1997 sebagai Ketua Umum PP KAUMY periode 2025–2029.
KAUMY DK Jakarta secara resmi mengusung Iqbal yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan.
Menanggapi hal tersebut, Iqbal menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan KAUMY DK Jakarta. Ia pun menegaskan kesiapannya untuk berkontribusi secara maksimal dan profesional jika mendapat amanah memimpin KAUMY.
“KAUMY harus menjadi organisasi alumni yang tidak hanya kuat secara jejaring, tetapi juga transparan, akuntabel, dan berdampak. Ke depan, saya ingin KAUMY mampu bersinergi dengan rektorat UMY serta seluruh pemangku kepentingan alumni,” kata Iqbal.
Menurut Iqbal, peran alumni tidak berhenti pada pemberdayaan internal, tetapi juga harus berkontribusi lebih luas bagi masyarakat dan pembangunan nasional melalui posisi strategis yang ditempati para alumninya.
Sementara itu, Rektor UMY Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc juga mengapresiasi pencalonan Iqbal sebagai kandidat Ketua PP KAUMY dalam Munas ke-8 mendatang. Ia juga berharap pelaksanaan Munas KAUMY 2025 dapat berjalan lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang visioner.
Dalam audiensi tersebut, Prof Achmad Nurmandi menyampaikan dua harapan utama kepada KAUMY ke depan. Pertama, peningkatan employability alumni, termasuk membuka peluang kerja alumni UMY di luar negeri. Kedua, mendorong semakin banyak alumni UMY menduduki posisi-posisi strategis dan penting di dalam negeri.
“Munas KAUMY ke-8 harus menjadi momentum penguatan peran alumni sebagai duta kampus sekaligus motor penggerak kontribusi UMY bagi bangsa,” ujar Prof Achmad Nurmandi. (NVR)
